Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Dosen FISIP UNSOED Memberi Kuliah Umum di Universiti Malaysia Sabah

Dr. Soetji Lestari, M.Si., dosen Sosiologi beserta Dr. Sofa Marwah, M.Si dan Oktafiani Catur Pratiwi, MA., keduanya dosen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman pada mahasiswa Faculty of Humanities, Arts, and Heritage (FKSW), Universiti Malaysia Sabah (UMS) dalam bentuk kuliah umum. Kuliah umum dilaksanakan pada Rabu (31/10) dalam tiga sesi secara berturut-turut dari siang hingga sore hari. Acara tersebut dibuka oleh Senior Lecturer FKSW, Dr. Teuku Afrizal yang menginformasikan kepada mahasiswa bahwa kuliah umum tersebut merupakan salah satu tindak lanjut kerjasama akademik antara FKSW- UMS dengan FISIP UNSOED. Diharapkan mahasiswa FKSW dapat menyerap ilmu pengetahuan yang baru sehingga terdorong untuk mengembangkan kajian-kajian yang serupa di lingkungan mereka.

Kuliah umum di awali dengan paparan Dr. Soetji Lestari. M.Si yang berjudul “Javanese Women in Tradition of Social Exchange”. Dr. Soetji menyebutkan pentingnya mengkaji proses monetisasi yang mengubah organisasi dan pranata sosial di perdesaan, termasuk dalam tradisi menyumbang, di mana perempuan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas perubahan-perubahan yang terjadi. Dalam hal ini, terdapat perbedaan tipologi nyumbang antara laki-laki dan perempuan, baik dalam bentuk ruang lingkup pranata, bentuk dan intensitas sumbangan.Pada skala tertentu pembagian kerja secara seksual dalam tradisi nyumbang juga membangun akar sodality. Ia juga menambahkan adanya perbedaan proses dan mekanisme sistem resiprositas antara laki-laki dan perempuan, di mana perempuan melalui kontrol sosial megari, namun laki-laki tidak. Pada akhirnya monetisasi akan menggiring pada resiprositas yang berbasis pangan dan memiliki nilai guna dan nilai tukar.

Pada kesempatan yang kedua, Dr.Sofa Marwah, M.Si kuliah umum dengan materi “Women’s Political Representation in the Perspective of Local Culture”. Dalam paparannya, Dr. Sofa menjelaskan mengenai makna keterwakilan politik bagi perempuan Jawa yang sesungguhnya berkaitan dengan peran perempuan sebagai manajer dalam pengelolaan rumah tangga. Dari ruang domestiknya, perempuan Jawa dapat membangun kekuasaan. Ketika masyarakat Jawa memiliki makna lokal tentang kekuasaan, maka makna tersebut identik dengan dimensi feminisme. Dimensi feminisme lokal mengerucut pada nilai kesabaran, kasih sayang, ketenangan, tidak memikirkan diri sendiri, lembut, dan penuh simpati. Ketika negara menerapkan kebijakan kuota yang dipengaruhi oleh prinsip modernitas, maka perempuan Jawa memahami dan menemukan pengalaman yang berbeda. Untuk itu, penguatan dimensi feminisme berbasis nilai-nilai mengenai peran perempuan dalam budaya lokal penting untuk dirumuskan, seiring dengan menguatnya dorongan meningkatkan keterwakilan politik perempuan.

Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP.M.A memberikan materi kuliah umum pada sesi ketiga dengan tajuk “Bureaucracy Politicization in Electoral Politics in Indonesia”. Oktafiani menekankan bahwa birokrasi dalam bentuknya yang ideal merupakan bentuk organisasi yang bersifat hierarki, memiliki pembagian kerja yang sistematis, spesifikasi tugas bagi masing-masing pegawai secara jelas, terdapat proses seleksi yang ketat dalam rekrutmen pegawai dan proses kepangkatan, serta memiliki sistem promosi yang jelas dan menganut asas senioritas. Namun demikian, dalam praktik kerja birokrasi di Indonesia, birokrasi tidak dapat dipisahkan dengan politik, khususnya dalam konteks pilkada. Dalam pilkada, birokrasi justru menjadi sumber keuntungan, sumber patronase, dan sumber loyalitas politik. Meskipun sudah diatur dalam UU No. 32 Tahun 2004 bahwa pasangan calon dalam pilkada dilarang melibatkan PNS, anggota TNI dan Polri sebagai peserta kampanye, namun dalam praktiknya aturan tersebut masih banyak memiliki kelemahan.

Selain melaksanakan kuliah umum di FKSW-UMS, Dr. Soetji Lestari, M.Si, Dr. Sofa Marwah, M.Si dan Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP. MA pada hari sebelumnya Selasa (30/10) juga menjadi pemakalah dalam International Conference on Politics and International Studies (ICPIS 2018) yang diselenggarakan oleh Centre for the Promotion of Knowledge and Language Learning UMS di gedung Centre for Postgraduate Studies UMS. Dalam seminar internasional tersebut, Dr. Soetji Lestari, M.Si bersama-sama dengan Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP. MA mempresentasikan artikelnya yang berjudul “Women’s Social Movement in a Religious Organization: Between Preserving Gender Stereotype and Evoking Hidden Political Power”. Makalah yang disampaikan oleh Dr. Soetji Lestari, M.Si dan Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP. MA tersebut merupakan hasil penelitian Strategis Nasional (Stranas) 2018 yang dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti. Adapun Dr.Sofa Marwah, M.Si menyampaikan makalah yang berjudul “Inquiring Into Local Values of Peripheral Javanese Cultural Diversities to Support Democratization. Makalah tersebut merupakan hasil dari Penelitian Berbasis Kompetensi (PBK) 2018 yang juga dibiayai oleh DRPM Kemenristekdikti. Penyajian makalah dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta seminar lainnya.

You are here