
Purwokerto – Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik dan non-akademik mahasiswa melalui kebijakan penyetaraan Satuan Kredit Semester (SKS) bagi mahasiswa berprestasi serta panitia kegiatan kompetisi nasional tahun 2025.
Kebijakan ini didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Rektor tentang Penyetaraan SKS bagi Mahasiswa Berprestasi Tahun 2025 No 693/UN23/KM/05.04/2026 serta SK Rektor tentang Penyetaraan SKS bagi Panitia NUDC dan KDMI Tahun 2025 No 716/UN23/KM.05.04/2026.
Kebijakan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap kontribusi aktif mahasiswa dalam ajang kompetisi akademik nasional seperti National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), serta berbagai capaian prestasi mahasiswa di tingkat regional maupun nasional.
Melalui penyetaraan SKS, aktivitas mahasiswa dalam bidang kompetisi, kepanitiaan, dan prestasi akademik diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran yang setara dengan perkuliahan formal. Langkah ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang mendorong pengakuan terhadap pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Kebijakan ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan administratif, tetapi juga pengakuan akademik atas dedikasi, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi yang diasah melalui aktivitas kompetisi dan organisasi.
Penguatan Soft Skills dan Daya Saing Lulusan
Ketua Program Studi Ilmu Politik menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kompetisi debat dan kegiatan kepanitiaan berkontribusi signifikan terhadap penguatan soft skills, seperti kemampuan argumentasi, analisis kebijakan, manajemen kegiatan, serta kerja tim. Mahasiswa ilmu politik yang mendapatkan prestasi nasional berjumlah 2 orang dan yang ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan ajang kompetisi akademik nasional NUDC/KDMI terdapat 47 orang. Kompetensi ini merupakan elemen penting dalam membentuk lulusan Ilmu Politik yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Penyetaraan SKS ini juga menjadi bagian dari strategi akademik Prodi Ilmu Politik FISIP Unsoed dalam mengintegrasikan pembelajaran teoritis dengan praktik langsung di lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara konseptual, tetapi juga teruji dalam kompetisi nasional.
Komitmen pada Pendidikan Berkualitas
Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen FISIP Unsoed dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengakuan pembelajaran berbasis pengalaman dan prestasi.
SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan kapasitas mahasiswa dalam berpikir kritis, argumentatif, dan partisipatif dalam ruang publik.
Dengan kebijakan penyetaraan SKS ini, Prodi Ilmu Politik FISIP Unsoed berharap semakin banyak mahasiswa terdorong untuk aktif berprestasi, berorganisasi, dan berkontribusi dalam berbagai ajang kompetisi akademik.
FISIP Unsoed terus berkomitmen menciptakan ekosistem akademik yang apresiatif, progresif, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa secara holistik.
