Optimalisasi Peran Pembina Mahasiswa: FISIP Unsoed Gelar Rapat Koordinasi Pembina UKM dan HMJ Targetkan Peningkatan Prestasi dan Sinergi Kelembagaan

PURWOKERTO – Dalam upaya memperkuat ekosistem kemahasiswaan dan memacu capaian prestasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pada Selasa, 20 Januari 2026. Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan visi pendampingan mahasiswa di lingkungan fakultas.

Pendampingan Berbasis Empati dan Orientasi Prestasi

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unsoed, Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si., dalam sambutan dan pengarahannya menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pendampingan mahasiswa. Beliau menetapkan target kinerja utama bagi para pembina untuk menjadi “Teman Terbaik Mahasiswa”. “Pembina bukan sekadar fungsi administratif, melainkan motivator utama yang mampu mendorong prestasi akademik maupun non-akademik. Kita harus memastikan adanya peningkatan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi serta eskalasi raihan prestasi di berbagai level,” tegas Dr. Tyas.

Dalam rapat tersebut, terungkap adanya kabar baik berupa peningkatan alokasi dana kegiatan UKM dan HMJ dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini ditujukan untuk mendukung penuh delegasi mahasiswa dan penguatan organisasi. Dr. Tyas juga menginstruksikan agar dana BOPTN segera dimanfaatkan secara efektif dan efisien demi menunjang produktivitas kegiatan mahasiswa.

Dinamika Organisasi dan Integrasi Karakteristik

Menanggapi keberagaman karakteristik UKM di FISIP, rapat menggarisbawahi beberapa poin penting bagi para pembina:

  • Integrasi Prestasi: Menyatukan berbagai potensi unik setiap UKM untuk bermuara pada capaian prestasi fakultas.
  • Dukungan Mahasiswa Pascasarjana: Mendorong keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam memberikan pendampingan intelektual bagi adik-adik tingkat di organisasi.
  • Tantangan Rekrutmen: Menyusun strategi bersama untuk mengatasi kesulitan rekrutmen anggota dan menginisiasi kembali Expo UKM dan HMJ pada masa Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK).
  • Penguatan Struktural: Pembahasan mengenai pembentukan BEM serta pentingnya sesi bonding untuk menjaga soliditas organisasi.

Aspirasi Mahasiswa: Harapan akan Kehadiran Pembina

Rapat ini juga menjadi ruang dialektika yang produktif dengan penyampaian masukan dari pengurus UKM dan HMJ. Para mahasiswa mengharapkan keterlibatan pembina yang lebih intensif, di antaranya:

  1. Pendampingan Aktif: Kehadiran pembina dalam program-program kunci dan peningkatan intensitas komunikasi.
  2. Peran Sebagai Mentor: Harapan agar pembina bersedia meluangkan waktu bagi anggota baru dan memberikan arahan rutin terkait target kegiatan.
  3. Ketersediaan Waktu: Komitmen pembina dalam pertemuan tatap muka untuk mengevaluasi dan merencanakan langkah strategis organisasi.

Revisi Target Kinerja dan Relevansi SDGs

Sebagai tindak lanjut, FISIP Unsoed menetapkan Target Kinerja Utama Pembina, yang kini difokuskan pada empat pilar: motivasi prestasi, peningkatan keterlibatan kompetisi, pendampingan intensif kegiatan, serta pencapaian prestasi yang terukur di tingkat lokal hingga internasional.

Kegiatan koordinasi ini merupakan implementasi nyata dari Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Melalui pengembangan bakat dan minat mahasiswa di luar ruang kelas guna membentuk lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Membangun kerja sama internal yang solid antara pihak dekanat, dosen pembina, dan organisasi mahasiswa untuk menciptakan lingkungan kampus yang progresif.

    Rapat koordinasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang lebih adaptif dan suportif di lingkungan FISIP Unsoed. Dengan komitmen kuat dari para pembina untuk bertransformasi menjadi mentor sekaligus rekan bagi mahasiswa, didukung oleh peningkatan alokasi dana yang strategis, fakultas optimis dapat melampaui target capaian prestasi di tahun 2026. Sinergi ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara di berbagai kompetisi, tetapi juga membentuk karakter organisasi mahasiswa yang solid, inklusif, dan berdaya saing global.