Kolaborasi Riset Universitas Jenderal Soedirman dengan WWF dalam Penelitian “Mangrove dan Dampak Kerentanan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir”

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan World Wild Fund for Nature (WWF) melakukan penelitian terkait tingkat kerentanan sosial ekonomi masyarakat pesisir terhadap kerusakan ekosistem mangrove dan perubahan iklim. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Dr. Rer. Nat. Erwin R. Adli, S.Si., M.Sc. dari Fakultas Biologi. Khusus tim FISIP beranggotakan Dr. Agus Ganjar Runtiko, Dr. Muhammad Yamin dan Isran Kamal, MA.

Dasar penelitian ini adalah keprihatinan terhadap kerusakan mangrove di pantai utara Jawa. Tim peneliti yang terdiri dari 14 orang dengan kepakaran di bidang mangrove, perikanan, biologi, kebijakan publik, pariwisata, dan komunikasi melakukan studi di tiga lokasi yakni Sidoarjo, Pemalang, dan Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penyebaran kuesioner, wawancara, diskusi kelompok terarah (FGD), dan penelitian terhadap biota laut di sekitar lahan mangrove.

Slamet Rosyadi menyatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak kerusakan ekosistem mangrove dan perubahan iklim terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir. “Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan terpadu untuk melindungi ekosistem mangrove serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Erwin R. Adli menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam konservasi mangrove sangat penting, karena mereka yang setiap hari berada di sekitar lahan mangrove tersebut. “Partisipasi aktif dari masyarakat pesisir akan membantu kelestarian mangrove dan dalam jangka panjang akan menghindarkan masyarakat dari kerentanan social maupun ekonomi akibat rusaknya pesisir atau terjadinya rob yang biasanya menjadi salah satu dampak dari kerusakan mangrove,” tuturnya.

Kerusakan ekosistem mangrove di pantai utara Jawa telah menjadi isu yang semakin mendesak, mengingat mangrove berperan penting dalam melindungi pantai dari abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota laut, dan berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, kolaborasi riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian mangrove dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Tim peneliti akan terus memantau dan menganalisis hasil penelitian yang telah dilakukan, serta bersama WWF akan menyusun rekomendasi kebijakan berdasarkan temuan di lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat dipublikasikan juga dalam jurnal yang bereputasi sehingga dapat menjadi acuan dalam mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelamatkan ekosistem mangrove dan mendukung keberlanjutan kehidupan serta penghidupan masyarakat pesisir.

Salam FISIP! Salam solidaritas!