
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed). Salah satu dosen Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed, Amalia Nur Ramadhani, S.Sos., M.Si. terpilih sebagai delegasi dalam ajang internasional Youth Innovation Forum (YIF) #15 yang berlangsung di Singapura dan Malaysia pada 18–24 November 2025.
Tidak hanya berpartisipasi sebagai delegasi, Amalia juga berhasil meraih The 2nd Runner Up Video Campaign Contest, sebuah kompetisi kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Youth Innovation Forum. Penghargaan ini diberikan atas kampanye video yang mengangkat isu inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat berbasis tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Dalam forum internasional tersebut, Amalia mempresentasikan gagasan inovatif berjudul “Sociolab: Laboratory of Social Interaction, Empowerment, and Research on Sociology”, sebuah model kolaboratif yang mengintegrasikan riset partisipatif, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal.
Amalia menjelaskan bahwa Sociolab dirancang sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat.
“Sociolab merupakan laboratorium sosial yang memfasilitasi kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas lokal untuk merancang solusi sosial yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Program ini secara khusus mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, melalui pelatihan riset partisipatif, pengembangan wirausaha sosial, serta diseminasi hasil riset dalam bentuk proyek sosial berkelanjutan.

Lebih lanjut, Amalia menegaskan bahwa pendekatan utama Sociolab menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan sosial.
“Pemberdayaan tidak dapat dilakukan secara top-down. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat menjadi aktor utama dalam mengidentifikasi masalah sekaligus menciptakan inovasi sosial yang relevan dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Youth Innovation Forum merupakan forum internasional yang mempertemukan akademisi muda, inovator sosial, dan peneliti dari berbagai negara untuk mempresentasikan ide-ide berbasis SDGs, mengikuti seminar internasional, serta membangun jejaring kolaborasi global. Rangkaian kegiatan YIF #15 diselenggarakan di Universiti Teknologi Malaysia dan National University of Singapore, meliputi presentasi inovasi, seminar ilmiah internasional, serta sesi penghargaan.

Partisipasi dan prestasi yang diraih Amalia dalam ajang ini menjadi wujud nyata komitmen FISIP Unsoed dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, penguatan riset terapan, serta pengembangan inovasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
FISIP Unsoed terus mendorong dosen dan sivitas akademika untuk aktif berkiprah di forum internasional sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi dan kontribusi Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan global.
