Diskusi Manajemen ASN: Quo Vadis Masalah dan Solusi Bersama Prof. Dr. Agus Pramusinto

Dalam diskusi manajemen ASN yang dilakukan bersama Prof. Dr. Agus Pramusinto dan Dosen Ilmu Administrasi Publik UNSOED, menjadi jelas bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah reformasi birokrasi dan tata kelola ASN. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan upaya besar untuk mengubah struktur birokrasi dan meningkatkan transparansi dalam pelayanan publik.

Namun, masih ada beberapa masalah yang perlu diatasi. Salah satunya lemahnya sistem social security seperti negara -negara maju pada umumnya. Hal ini tentu saja menempatkan ASN pada kondisi yang seringkali tidak menguntungkan dan merugikan ASN yang berkompeten.

Selain itu, dalam diskusi ini juga dibahas mengenai pentingnya penilaian kinerja dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam manajemen ASN. Evaluasi kinerja yang objektif dan adil sangat penting untuk meningkatkan produktivitas ASN dan menjaga akuntabilitas mereka.

Prof. Dr. Agus Pramusinto menekankan perlunya penilaian kinerja yang berbasis pada kriteria yang jelas dan terukur. Selain itu, pengembangan SDM juga menjadi prioritas utama dalam menciptakan ASN yang kompeten dan professional mengacu pada Undang -Undang ASN no. 20 Tahun 2023.

Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu aspek penting yang dibahas dalam diskusi ini. Dalam era digital ini, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam manajemen ASN. Contohnya, penerapan sistem informasi manajemen yang terintegrasi dapat mempercepat proses administrasi dan memberikan data yang akurat dan real-time. Sehingga sinergisitas kinerja ASN Pusat-daerah terutama Kabupaten/Kota tidak terhambat dan mencegah kondisi ketimpangan antara pusat-daerah.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan teknologi juga harus diimbangi dengan pelatihan yang memadai bagi para ASN agar mereka dapat memanfaatkan teknologi dengan baik. Selain itu, aspek keamanan data juga perlu menjadi perhatian dalam penggunaan teknologi dalam manajemen ASN.

Dalam diskusi manajemen ASN bersama Prof. Dr. Agus Pramusinto, terdapat beberapa perdebatan utama yang menjadi pusat perhatian. Adalah bagaimana sistem pengawasan KASN menjadi kendaraan percepatan penyelesaian setiap permasalahan yang dihadapi ASN sebagai objek bertemunya pembuat kebijakan dan kepentingan politik

Agar dapat mengatasi masalah ini, Prof. Dr. Agus Pramusinto mendorong adanya kesadaran penuh seluruh stakeholder sesuai peran dan fungsinya masing-masing yaitu pembuat, pelaksana, dan pengawas kebijakan untuk bersama -sama fokus pada penyelesaian pusat masalah dengan mengerahkan seluruh kekuatan politik dan sumber daya finansial sehingga dapat mewujudkan reformasi birokrasi sesuangguhnya dengan sistem merit.

Dengan melibatkan Prof. Dr. Agus Pramusinto dalam diskusi manajemen ASN Bersama dosen Ilmu Administrasi Publik Universitas Jenderal Soedirman, harapannya solusi-solusi yang dihasilkan dapat mendorong perbaikan dan peningkatan kualitas manajemen ASN. Transparansi, politik praktis yang etis, evaluasi kinerja, etika kerja birokrat, dan pengawasan yang kuat adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Salam FISIP! Salam solidaritas!