Cerita dari Daffa, Dwinaya, dan Dustin: Tim Ilmu Komunikasi UNSOED Bawa “Balik Main” Jadi Juara Pertama di KREASA FEST 2026 Universitas Tarumanagara

Purwokerto – Tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Daffa Nurwahid, Dwinaya Shaumita Putri, dan Dustin Wiratama, telah berhasil meraih Juara Pertama dalam kompetisi PRASASTI (Perencanaan Strategi dan Aksi Komunikasi) pada 4 – 5 Juni 2026 di Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta. PRASASTI sendiri merupakan salah satu kompetisi unggulan dalam rangkaian KREASA FEST 2026, ajang komunikasi tingkat nasional yang digagas oleh Fakultas Ilmu Komunikasi UNTAR dengan tema besar “Budaya Menginspirasi, Generasi Beraksi”, sekaligus menjadi bagian dari peringatan 20 tahun fakultas tersebut. Tak hanya soal gelar juara, kemenangan ini juga membuktikan bahwa gagasan sederhana bisa menjadi jawaban atas isu besar yang dihadapi generasi muda hari ini.

Balik Main, Creative Deck yang Membawa Mereka Jadi Juara


PRASASTI mengangkat tema khusus “Strategi Komunikasi dalam Menghadapi Krisis Budaya di Era Digital”, sebuah isu yang muncul karena rendahnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, derasnya arus budaya global, serta minimnya ruang interaksi sosial di tengah gaya hidup urban yang serba cepat. Menjawab tantangan ini, tim Daffa, Dwinaya, dan Dustin merancang sebuah creative deck berjudul “Balik Main”, sebuah konsep kampanye komunikasi yang menghadirkan ruang bermain kolektif bagi Generasi Z dan para perantau di kota besar seperti Jakarta.

Balik Main dirancang bukan sekadar untuk membangkitkan nostalgia, tetapi juga untuk menghadirkan kembali identitas budaya Indonesia dan mengurangi tekanan emosional generasi muda urban melalui pengalaman bermain yang interaktif. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terbagi menjadi tiga zona utama. Zona pertama, “Balik Main Edisi”, mengusung konsep rotasi budaya yang menghadirkan kekhasan daerah berbeda di setiap pelaksanaan, mulai dari permainan, visual, hingga nuansa lokal, sehingga pengunjung dapat merasakan budaya yang berbeda setiap edisinya. Zona kedua, “Mainan Bocah”, menjadi inti dari pengalaman Balik Main, di mana pengunjung diajak benar-benar terlibat dalam permainan tradisional secara langsung dengan menerapkan konsep “No Phone, Just Play Zone” agar interaksi sosial berlangsung tanpa distraksi digital. Sementara itu, zona ketiga, “Santai Sejenak”, menjadi ruang rehat yang menghadirkan pengalaman kuliner tradisional sesuai dengan tema budaya yang sedang diangkat pada edisi tersebut.

Kemenangan ini memberi banyak manfaat bagi Daffa, Dwinaya, dan Dustin, mulai dari pengalaman berkompetisi di tingkat nasional, kesempatan memperluas relasi dengan mahasiswa komunikasi dari kampus lain, hingga bukti nyata bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat diuji dan diterapkan langsung untuk menjawab isu sosial yang relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Pencapaian ini juga turut mengangkat nama UNSOED di kancah kompetisi komunikasi nasional, sekaligus menjadi modal pengalaman berharga bagi ketiganya untuk berkarir di bidang komunikasi ke depannya.

Melalui creative deck “Balik Main”, tim UNSOED berhasil membuktikan bahwa strategi komunikasi yang efektif dapat menjadi jembatan untuk mencapai target SDGs. Kampanye ini berhasil mengintegrasikan aspek kesehatan mental (SDG 3)pelestarian budaya urban (SDG 11)pendidikan berkualitas (SDG 4), dan potensi ekonomi kreatif (SDG 8) dalam satu aksi nyata yang relevan bagi generasi muda.

Sekabetparmabet girişEscortes BelgiqueHoliganbetMarsbahiscasibomholiganbetMarsbahisstarzbetAnkara escortjojobetcasibomcasibomcasibomcasibomholiganbetmarsbahismarsbahismarsbahispusulabetpusulabetpusulabetthe luxe casinothe luxe casinohuhubetjojobetstarzbet girişcasibomHoliganbetjojobet girişmarsbahismarsbahis girişjojobet girişjojobet girişMarsbahiscasibomkavbetmavibetHoliganbetmarsbahismarsbahis giriş