From Newsroom to Campus : Ilkom Unsoed Hadirkan Praktisi CNN, Bikin Kuliah Makin Real!

Purwokerto, 26 Februari 2026 – Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Praktisi dengan menghadirkan jurnalis nasional, Alfian Rahardjo, News Anchor Coordinator sekaligus Executive Producer CNN, sebagai dosen praktisi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 09.00–12.00 WIB di Aula FISIP Unsoed.

Dekan FISIP Unsoed, Prof. Slamet Rosyadi, S.Sos., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran praktisi nasional merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjembatani dunia akademik dan industri.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan perspektif langsung dari para pelaku industri. Kehadiran Bapak Alfian Rahardjo menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kesiapan profesional mahasiswa Ilmu Komunikasi,” ujar Prof. Slamet Rosyadi.

Beliau juga menegaskan bahwa hal ini dapat menunjang poin SDG ke 4 perihal Pendidikan berkualitas. Adanya kolaborasi antara kampus dan industri media diharapkan menjadikan mahasiswa lebih adaptif serta mampu memberikan pengetahuan praktis terhadap apa yang harus dipersiapkan ketika menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan koordinator pengampu mata kuliah, Prof. Mite Setiansah, S.IP., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif.

“Melalui kuliah dosen praktisi ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori retorika dan konsep visual pemberitaan diimplementasikan dalam praktik kerja media profesional. Ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga untuk mengasah kompetensi sekaligus membangun jejaring khususnya di bidang jurnalistik dan penyiaran” jelas Prof. Mite Setiansah.

Dalam paparannya, Alfian Rahardjo membagikan pengalaman profesionalnya di dunia media televisi nasional, mulai dari teknik membangun kredibilitas di depan kamera, strategi menyampaikan pesan yang efektif dan persuasif, hingga pentingnya kekuatan visual dalam membentuk persepsi publik terhadap sebuah peristiwa. Ia juga menekankan bahwa jurnalis masa kini dituntut tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas etika dan ketajaman analisis.

“Retorika bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi tentang bagaimana membangun kepercayaan dan menghadirkan makna. Sementara visual pemberitaan harus mampu memperkuat narasi, bukan sekadar menjadi pelengkap,” jelas Alfian di hadapan mahasiswa.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed. Melalui kegiatan Kuliah Dosen Praktisi ini, FISIP Unsoed menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, kolaboratif, dan selaras dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai calon profesional komunikasi yang berintegritas dan adaptif di era digital.