Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Jurusan Sosiologi FISIP Gelar Seminar “Mencari Pemimpin Banyumas”

Bertempat di Aula Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Selasa (7/11), Jurusan Sosiologi menggelar Seminar Akademik. Seminar akademik bertema “Mencari Pemimpin Banyumas” menghadirkan  bakal calon Bupati Banyumas seperti Ir. Ahmad Husein, Dr. Ifan Haryanto, Toto Dirgantoro dan Staf Pengajar Jurusan Ilmu Politik FISIP Unsoed Luthfi Makhasin, PhD. Pelaksanaan seminar ini dilandasi oleh kecintaan kaum akademisi terhadap kemajuan Kabupaten Banyumas, yang membutuhkan pemimpin yang mau dan mampu serta memenuhi kriteria mau dan mampu mewujudkan Kabupaten Banyumas yang maju dan sejahtera.

Hadir dalam acara seminar para akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Purwokerto, Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Banyumas, Panitia Pengawas Pemilu, partai politik, organisasi kemasyarakatan dan para tokoh masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas. Acara ini menjadi perhatian Ketua Alumni Unsoed Ir. Haiban Hadjid. Dalam sambutan pembukaannya Wakil Dekan Bidang II, Dr. Muslih Faozanudin, M.Sc., yang  mewakili Dekan menyatakan bahwa, “Kegiatan ini bukan politik praktis, tetapi merupakan kegiatan akademik dalam wujud seminar untuk membahas kriteria-kriteria dalam rangka mencari sosok pemimpin yang sesuai dengan wilayah Banyumas dengan segala potensi yang dimiliki”.

Dalam pengantar diskusi, moderator Dra. Tri Wuryaningsih, M.Si., juga menyatakan bahwa seminar ini dilaakukan dalam rangka membahas kategori dan tolok ukur untuk menjadi pemimpin Banyumas dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mencari pemimpin Banyumas yang  mampu meningkatkan upaya pencapaian kesejahteraan masyarakat. Menurut Lutfi Makhasin, PhD.,  pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, ekspektasi di lingkungan akademik mencari pemimpin harus ideal, dimana good leadership terkait dengan good policy, dan ini harus terumuskan serta tersampaikan ke masyarakat, selanjutnya masyarakat yang menilai. “Karena kegagalan pemimpin daerah karena kebanyakan disebabkan oleh kegagalan menggabungkan antara good leadership dengan good policy”, tegasnya. Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat  Ir. Setiyadi, M.Si., yang menyatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki visi dan misi yang  jelas  yaitu apa yang akan diwujudkan dan apa yang akan dilaksanakan, untuk mencapai tujuan pembangunan daerah. “Untuk itu sebagai seorang pemimpin harus memiliki kemampuan membaca potensi daerah,” pungkasnya

FISIP Unsoed....Maju Terus Pantang Menyerah....!!!

You are here