Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Peserta 'Summer Camp' UISC Ukir Wayang Kulit di Pendopo FISIP UNSOED

Gelaran UNSOED Intercultural Summer Camp (UISC) ke-2 telah dimulai sejak tanggal 1 hingga 7 September 2015. Kali ini diikuti oleh 18 Mahasiswa dari tujuh Negara yaitu Jepang, China, Malaysia, Thailand, Burundi, Papua Nugini dan Kep. Solomon. Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, Ph.D telah memasuki hari kedua dengan agenda pengenalan Banyumas Culture berupa seni ukir wayang kulit.

Kegiatan berlangsung di Pendopo FISIP, Rabu 2 September 2015. Penanggungjawab acara, Ibu Tunjung Lingggarwati, M.Si memaparkan bahwa budaya Banyumas sangat kaya dan memiliki kekhasan tersendiri. Sesi Banyumas Culture ini disampaikan oleh pengrajin sekaligus dalang, Joko Purwocarito. Selain menjelaskan soal nilai historis wayang, beliau juga secara langsung mengajari cara pembuatan wayang. Dari menggambar sketsa, proses pemotongan sampai pengecatan. Bahkan filosofi bentuk dan warna perwajahan menjadi bahasan yang menarik. Peserta sangat antusias mengikuti tahap demi tahap dan mencoba prosesnya secara langsung.

Sebelumnya peserta UISC diajak Campus Tour untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan suasana kemahasiswaan kampus FISIP. Suasana perkuliahan, peralatan laboratorium, tempat ‘kongkow’ mahasiswa hingga ‘markas’ kegiatan kemahasiswaan. Mahasiswa menyambut kedatangan peserta UISC dengan hangat. Saling sapa, menanyakan asal negara dan obrolan ringan lainnya. Ketika melewati sekre UKM music ‘Remoef’ peserta UISC disambut dengan alunan lagu POP Banyumasan. Tak sungkan peserta summer camp memberikan ‘applaus’ atas merdu suara ‘Alto’ dan petikan gitar yang dibawakan personel Remoef Band. Hal ini tidak disangka oleh Ibu Tunjung selaku penanggungjawab kegiatan Banyumas Culture di Fisip. Memang perbedaan budaya seharusnya memperkaya hasanah kehidupan umat manusia. Semoga budaya Banyumas yang ‘adi luhung’ juga semakin dikenal di dunia internasional, tutur Ibu Tunjung.

FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !

You are here