Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Bekali Lulusan, Tekankan Paduan Kompetensi dan Soft Skill


Pembekalan Calon Wisudawan Periode Juni 2015 diadakan di Aula Fisip pada tanggal 3 Juni 2015. Tidak kurang 40 mahasiswa calon wisudawan antusias mengikuti kegiatan hingga usai. Sebagai pembicara tunggal adalah Ugung Dwi Ario Wibowo, S.Psi, M.Si seorang akademisi yang sering menjadi narasumber bagi pengembangan sumber daya manusia. Psikolog muda ini menekankan bahwa dengan perubahan status harus disikapi dengan penambahan kompetensi. Seseorang harus memiliki kelebihan/keahlian tertentu dibandingkan orang lain. Sekiranya belum terdeteksi, seseorang harus mengetahui potensi diri yang dapat dikembangkan untuk berkompetisi dengan orang lain.

Wakil Dekan III Fisip Drs. Andi Antono, M.Si turut mensupport calon wisudawan agar siap bersaing dengan job seeker yang lain. Jangan merasa minder bersaing dengan lulusan perguruan tinggi yang telah mapan. Kualitas pembelajaran menentukan hasil lulusan. Patut dibanggakan bahwa nilai akreditasi 4 dari 5 program studi FISIP adalah A, sama halnya dengan nilai akreditasi perguruan tinggi ternama lainnya.  Pak Andi melihat bahwa nilai lebih lulusan Fisip Unsoed adalah dedikasi dan loyalitas kerja. Hal ini akan berpengaruh pada kinerja hingga perolehan status tertentu disuatu institusi.

Proses belajar mengajar hingga kegiatan ekstrakurikuler memang sangat berpengaruh pada karakter seseorang, tutur Pak Ugung mengawali pelatihan ini.  Tanpa disadari aktifitas selama 4 -5 tahun di kampus pada usia mahasiswa sangat menentukan pembentukan karakter, sebagai bekal mencari kerja bahkan menentukan kesuksesan masa depan. Berbahagialah mahasiswa yang aktif dalam menghidupkan dunia kampus karena merekalah yang menuai kematangan soft skill dan kedewasaan berpikir. Soft skill seringkali menjadi penentu akhir dalam seleksi pencari kerja. Untuk itu, himbau Pak Ugung, soft skill harus senantiasa diasah agar mendukung kompetensi lulusan dalam mencari kerja.

Praktek wawancara menjadi ajang pembelajaran yang penuh keceriaan. Pak Ugung menunjuk mahasiswa berbaju batik sebagai pencari kerja. Mulai memasuki ruangan hingga cara duduk menjadi pembahasan menarik bagi Pak Ugung. Profil pencari kerja berbaju batik sudah cukup menarik, namun penggunaan celana jeans mendapat kritikan tajam, sekaligus menyarankan agar pencari kerja menggunakan celana berbahan kain biasa, dengan warna gelap. Cara duduk, posisi kaki, tangan bahkan cara tatapan mata memiliki makna serta mampu bernilai positif bagi pencari kerja. Kegiatan ditutup dengan simulasi psikotes, tips dan trik TPA hingga praktek inventory test serta wartegg test.

FISIPUNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !

You are here