Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Ketua dan Sekretaris Prodi Sosiologi FISIP UNSOED Ikuti Kongress II APSSI di Manado


Sosiologi Fisip Unsoed mengikuti Konggres ke-2 APSSI (Asosiasi Proram Studi Sosiologi Indonesia). Diikuti oleh perwakilan 60 program studi sosiologi dari berbagai perguruan tinggi se Indonesia. Kehadiran Sosiologi Fisip Unsoed diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Prodi Sosiologi, Tri Rini W, M.Si dan Sotyania W, M.Si pada tanggal 20-23 Mei 2015 di Hotel Arya Duta, Manado. Agenda konggres ini antara lain laporan pertanggungjawaban pengurus APSSI periode 2012-2015, pembentukan pengurus baru APSSI periode 2015-2018 serta Konferensi Nasional Sosiologi.

Kongres II APSSI,  dibuka oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Dr. Ir. Illah Sailah MS. Beliau juga memaparkan kebijakan Kemristekdikti tentang pendidikan tinggi bermutu, sesuai dengan visi ‘terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa’. Hal ini harus didukung dengan system penjaminan mutu internal maupun eksternal yang menjadi dasar akreditasi sesuai standar nasinal perguruan tinggi. Bagaimana sistem Akreditasi seharusnya menjadi dasar bagi perbaikan mutu yang terus menerus dan berkelanjutan, bukan sekedar pengawasan mutu. Tidak terkecuali kesiapan pembentukan LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri) juga menjadi penekanan dalam sambutan ini.

Kaprodi Sosiologi Tri Rini W, M.Si menyambut gembira atas terselenggaranya konggres APSSI. Perkembangan program studi sosiologi yang cukup menggembirakan yang ditandai semakin banyaknya program studi baru. Namun, jumlah tersebut belum dibarengi dengan peningkatan kualitas. Hal terlihat dari status akreditasi, dari  122 prodi sosiologi hanya 10 prodi yang telah mendapat nilai A, termasuk Sosiologi Fisip. Sebagian besar terakreditasi B atau bahkan ada 14 prodi yang belum terakreditasi. Hal ini membuktikan bahwa prodi Sosiologi Fisip Unsoed telah menunjukkan kualitas pembelajaran yang lebih baik.

Ibu Tri Rini juga menyampaikan bahwa jaringan prodi sosiologi se-Indonesia harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Tidak hanya sekedar berbagi informasi, beliau mengupayakan adanya kerjasama yang lebih konkret dalam bentuk dosen tamu ataupun penelitian bersama. Termasuk pengisian artikel ilmiah pada Jurnal Interaksi prodi sosiologi. Jurnal Interaksi membuka peluang bagi semua dosen untuk mengirimkan artikel ilmiah. Tahap selanjutnya kita akan memproses akreditasi jurnal ilmiah tersebut, tutur Ibu Tri Rini.

SOSIOLOGI  FISIP, Maju Terus Pantang Menyerah !
 

You are here