Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

PoligamiDalamPenafsiranOrganisasiPerempuanBerbasis Islam di Purwokerto.

标题PoligamiDalamPenafsiranOrganisasiPerempuanBerbasis Islam di Purwokerto.
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsAmanah, Fitriani Nur
Call NumberSOS.742
Other NumbersF1A011054
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published09/2015
Abstract

Asas perkawinan yang dianut masyarakat Indonesia adalah monogami. Namun
tidak jarang dijumpai bentuk perkawinan yang berasaskan poligami. Fenomena
poligami hingga saat ini masih menuai pro dan kontra dari masyarakat. Isu poligami kerap kali dihubungkan dengan agama Islam dan isu ketidakadilan gender.
Perkawinan poligami yang tidak sesuai dengan syariat Islam mengakibatkan
terjadinya ketidakadilan yang dialami oleh istri-istri dan anak-anak. Oleh karena itu muncul berbagai pendapat tentang poligami. Ada yang mengatakan poligami boleh dilakukan secara mutlak, adapula yang mengatakan poligami boleh dilakukan dengan syarat dan ada yang mengatakan poligami haram atau tidak boleh dilakukan.
Anggapan bahwa Islam turut melegitimasi poligami yang ada dalam masyarakat
adalah suatu anggapan yang salah, poligami sudah ada sebelum Islam datang. Islam datang untuk membenahi praktik poligami yang menjadi sebuah jembatan bagi aturan agama dan adat istiadat dalam masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran organisasi-organisasi
perempuan berbasis Islam yaitu Aisyiyah, Muslimat, PITI dan WI tentang poligami
dan mengetahui landasan yang digunakan organisasi Aisyiyah, Muslimat, PITI dan WI dalam memandang tindakan poligami. Metodologi dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis.
Sasaran utama dalam penelitian ini adalah tokoh, ketua atau pengurus organisasi
perempuan berbasis Islam. Sasaran pendukungnya yaitu anggota organisasi Aisyiyah, Muslimat, PITI, dan WI. Teknik penentuan sasaran penelitian menggunakan teknik
purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam dan
dokumentasi. Model analisis yang digunakan adalah analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa poin yang digunakan
oleh empat organisasi perempuan berbasis Islam dalam menafsirkan poligami yaitu status hukum poligami, ketidakadilan dalam perkawinan poligami, syarat pelaksanaan poligami, izin untuk melakukan poligami, tujuan poligami, alasan poligami dan bentuk perkawinan poligami. Poligami boleh dilakukan dengan syarat yang sudah ditetapkan yaitu adil, mampu dalam menafkahi keluarga, dan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak. Dalam Islam memang tidak ada aturan resmi seorang suami harus meminta izin pada istri untuk menikah lagi namun hal izin diatur dalam Undang-undang Perkawinan. Poligami yang sehat atau positif adalah poligami yang sesuai dengan tujuan awal poligami, yakni memberdayakan perempuan (janda) dan anak yatim. Landasan yang digunakan dalam menjelaskan poligami ada dua yaitu Al-Qur'an Surat Annisa ayat 3 dan 129 serta hukum positif berupa Undang-undang Perkawinan tahun 1974.

Keywords-
Citation Key2381
You are here