Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pola Interaksi Anatara Kuli Bongkar dengan Group Bongkar di Purwokerto

标题Pola Interaksi Anatara Kuli Bongkar dengan Group Bongkar di Purwokerto
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsRabbani, Mustika Nurmala
Call NumberSOS.740
Other NumbersF1A011076
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published09/2015
Abstract

Permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan
multidimensi yang menyangkut ke beragam aspek kehidupan manusia,
salah satunya aspek ekonomi. Kemiskinan juga berkaitan erat dengan
permasalahan pengangguran. Sektor informal merupakan salah satu
jenis pekerjaan yang berkaitan erat dengan permasalahan kemiskinan
dan pengangguran. Kuli bongkar, pekerja kasar yang melakukan
bongkar muat barang salah satu contoh pekerja di sektor informal.
Dalam bekerja dan mempertahankan posisinya agar mendapatkan
penghasilan, kuli bongkar membentuk kelompok sesuai wilayah
tempat tinggal mereka. Grup Bongkar adalah salah satu kelompok dari
kuli bongkar yang bertempat tinggal dan memiliki wilayah bongkaran
di Jalan D.I. Panjaitan, Purwokerto Selatan. Purwokerto Selatan
merupakan wilayah di Purwokerto yang memiliki jumlah gudang
terbanyak, sebagian besar berada di jalan D.I. Panjaitan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola interaksi
antara kuli bongkar dengan Grup Bongkar di Purwokerto. Sasaran
utama penelitian ini adalah kuli bongkar yang menjadi anggota Grup
Bongkar. Sasaran pendukungnya adalah pihak-pihak yang
berinteraksi dengan Grup Bongkar dan menggunakan jasa Grup
Bongkar. Lokasi penelitian ini dilakukan di gudang yang berada di
jalan D.I. Panjaitan, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskiptif. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive
sampling. Sumber data primer diperoleh dari wawancara langsung
dengan kuli bongkar yang menjadi anggota Grup Bongkar, sedangkan
sumber data sekundernya diperoleh dari dokumen yang berkaitan
dengan topik kajian penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data
menggunakan model analisis interaktif. Sedangkan validasi data
menggunakan teknik triangulasi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Grup Bongkar
terbentuk karena adanya kesamaan pekerjaan dan tempat tinggal yang
menggerakkan para kuli bongkar yang bertempat tinggal dan
melakukan bongkaran di sekitar Jalan D.I. Panjaitan menyatukan diri
dalam sebuah grup guna mengkoordinir aktivitas pekerjaan mereka.
(2) Interaksi yang terbangun baik di dalam Grup Bongkar maupun di
luar Grup Bongkar bersifat positif dan mengarah pada integritas
kelompok meski dihiasi oleh proses disosiatif yang berupa persaingan,
kontravensi, dan konflik. (3) Meskipun memiliki resiko kerja yang
tinggi berkaitan dengan keselamatannya, anggota Grup Bongkar masih
belum memiliki jaminan keselamatan kerja yang resmi dari
pemerintah ataupun gudang tempat mereka melakukan bongkaran.
Jika seseorang kuli bongkar mengalami kecelakaan kerja biaya
pengobatan dibantu dari iuran anggota. (4) Bekerja sebagai kuli
bongkar yang penghasilannya minim sangatlah jauh dari hidup
sejahtera. Kebutuhan hidup mereka dan keluarganya masih sulit
terpenuhi sehingga beberapa diantara mereka melakukan pekerjaan
sambilan di luar menjadi kuli bongkar.
Di tengah resiko kecelakaan kerja yang tinggi dan minimnya
penghasilan yang diperoleh dari bekerja sebagai kuli bongkar, para
anggota Grup Bongkar tetap memilih pekerjaan berat ini sebagai alat
untuk bertahan hidup dan mendapatkan penghasilan guna memenuhi
kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Hal tersebut dilakukan karena
melihat kondisi lingkungan mereka yang berdekatan dengan gudang.
Keberadaan gudang dianggap sebagai sumber penghasilan bagi
masyarakat sekitar, meski mereka harus melakukan kerja fisik yang
berat. Implikasi yang diajukan dalam penelitian ini ialah : (1)
Sosialisasi dari pemerintah terkait pembentukan serikat kerja kepada
pekerja informal seperti kuli bongkar agar mereka dapat mendapatkan
hak sebagai pekerja. (2) Pemberian jaminan kesehatan dan
keselamatan kerja kepada pekerja-pekerja informal seperti kuli
bongkar mengingat tingginya resiko kecelakaan kerja dan minimnya
penghasilan dari pekerja-pekerja semacam kuli bongkar tersebut. (3)
Dalam melakukan pembangunan wilayah industri seperti pabrik dan
gudang, hendaknya diimbangi dengan pemanfaatan sumber daya
manusia sekitar agar berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat
di wilayah industri tersebut.

Keywords-
Citation Key2379
You are here