Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Modus Operandi dalam Perkosaan (Analisis isi terhadap berita Perkosaan di Surat Kabar Pos Kota Edisi Januari – Desember 2012)

标题Modus Operandi dalam Perkosaan (Analisis isi terhadap berita Perkosaan di Surat Kabar Pos Kota Edisi Januari – Desember 2012)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsFebrianto, Elfri Listyawan
Call NumberSOS.667
Other NumbersF1A009004
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published01/2015
Abstract

Maraknya kasus perkosaan merupakan sebuah fenomena yang menarik untuk diteliti. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perkosaan yang paling banyak terjadi pada surat kabar Pos Kota edisi Januari hingga Desember 2012 dan untuk mengetahui modus operandi yang paling banyak digunakan oleh pelaku perkosaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 89 berita perkosaan dan diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi, di mana dokumentasi yang dimaksud mengarah kepada berita-berita bertema perkosaan yang termuat dalam surat kabar Pos Kota edisi Januari – Desember 2012. Sementara itu, data yang diperoleh dari hasil penelitian ini disajikan ke dalam bentuk distribusi frekuensi, diagram batang, dan pie chart, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data berupa modus atau biasa disebut sebagai nilai yang paling sering muncul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perkosaan yang paling banyak terjadi adalah perkosaan akibat dorongan seksual yang dimiliki oleh pelaku, yaitu dengan persentase sebesar 58,4 persen. Dorongan seksual yang cenderung lebih besar pada laki-laki dapat dipahami sebagai sebuah faktor alami yang cukup berpengaruh terhadap kasus-kasus perkosaan yang terjadi.
Perkosaan dapat dilakukan dengan beragam cara atau modus operandi. Sementara itu secara prinsip, modus operandi digunakan sebagai alat atau cara untuk mempermudah suatu usaha pemerkosaan. Berdasarkan pada hasil penelitian diketahui bahwa praktik perkosaan lebih sering dilakukan dengan menggunakan kekuatan fisik, seperti merangkul atau menindih sebagai sebuah modus operandi untuk memuluskan aksi jahat dari pelaku, yaitu dengan persentase sebesar 22,5 persen. Atas dasar hal tersebut, faktor alami kembali berpengaruh terhadap kasus perkosaan yang terjadi, di mana secara kodrati laki-laki cenderung memiliki kekuatan fisik lebih besar daripada perempuan. Paksaan fisik yang dilakukan oleh pelaku dapat menciptakan sebuah kondisi ketidakberdayaan, sehingga korban tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan.
Berdasarkan pada hasil penelitian di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pada bentuk perkosaan yang terjadi maupun pada modus operandi yang digunakan, sama-sama disebabkan oleh faktor alami yang sudah secara umum dimiliki oleh laki-laki. Maka dari itu, saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah perlu adanya upaya pencegahan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan cara melakukan razia terhadap berbagai hal yang berbau pornografi, serta penindakan secara tegas terhadap kasus-kasus perkosaan yang telah terungkap, sehingga diharapkan dapat semakin memberikan efek segan bagi calon pelaku yang hendak melakukan perkosaan.

Keywordsanalisis isi, berita perkosaan, Pos Kota
Citation Key1985
You are here