Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Dalam Proses Penyembuhan Penderita TB Paru, di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas

标题Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Dalam Proses Penyembuhan Penderita TB Paru, di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsOktafiani, Odella
Call NumberSOS.741
Other NumbersF1A011067
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published09/2015
Abstract

Skripsi yang berjudul Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO)
Dalam Proses Penyembuhan Penderita TB Paru, di Kecamatan Kembaran,
Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran
keluarga sebagai PMO dalam proses penyembuhan penderita TB Paru.
Sasaran utama penelitian ini adalah anggota keluarga inti (suami, istri, atau
anak) yang menjadi PMO bagi penderita TB Paru, sedangkan sasaran
pendukung adalah penderita TB Paru, penderita TB Paru yang sudah sembuh
(mantan penderita), dan petugas kesehatan Puskesmas Kembaran II yang
menangani penyakit TB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan
menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi,
wawancara mendalam dan dokumentasi. Metode analisis dalam penelitian ini
berpedoman pada model analisis interaktif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran keluarga sebagai
PMO tidak berjalan secara maksimal, penjelasan atau pengetahuan mengenai
PMO tidak diketahui oleh semua masyarakat, khususnya anggota keluarga
yang anggota keluarga lainnya menderita penyakit TB Paru. Kurangnya
penjelasan ini menyebabkan minimnya pengetahuan yang didapat oleh PMO
terkait tugas PMO. Selain itu, PMO keluarga tidak mengetahui secara jelas
terkait PMO dan penunjukkannya, akan tetapi mereka melaksanakan tugas
PMO. Ketidakjelasan mengenai PMO disebabkan penjelasan terkait hal
tersebut tidak dijelaskan secara jelas oleh petugas kesehatan, karena ada
perbedaan pandangan terkait pengertian PMO dalam masyarakat, dan
akhirnya membuat anggota keluarga tidak secara optimal menjalankan tugas
PMO. Status mengenai PMO yang tidak jelas akhirnya mempengaruhi peran
anggota keluarga dalam menjalankan tugas PMO. Hal tersebut pun
menyebabkan kurangnya tanggung jawab anggota keluarga untuk
melaksanakan tugas PMO, dan peran yang dilakukan tidak berjalan dengan
optimal. Faktor umur, faktor pengetahuan, dan cara berinteraksi menjadi
salah satu faktor yang mempengaruhi anggota keluarga untuk menjalankan
tugas sebagai PMO.

KeywordsKeluarga, Pengawas Minum Obat (PMO), Peran
Citation Key2380
You are here