Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Gejolak Jiwa Seorang Jurnalis (Mengungkap Dialektika Wartawan Dibalik Fenomena Kekerasan Seksual Kepada Anak)

标题Gejolak Jiwa Seorang Jurnalis (Mengungkap Dialektika Wartawan Dibalik Fenomena Kekerasan Seksual Kepada Anak)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsPurnama, Prajna
Call NumberSOS.867
Other NumbersF1A012070
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published03/2017
Abstract

Kekerasan seksual kepada anak masih banyak dijumpai, bahkan data menunjukkan angka yang cenderung meningkat. Pengetahuan masyarakat awam mengenai fenomena ini tentu hanya didapat melalui media massa, baik itu cetak, elektronik, maupun siber. Keberadaan berita mengenai kekerasan seksual kepada anak, tentu tidak lepas dari keberadaan wartawan yang menciptakannya. Untuk itu perspektif wartawan mengenai kekerasan seksual kepada anak perlu untuk diketahui. Wartawan yang hanya menjalankan tugasnya tanpa ada pengertian ataupun kepekaan, tentu akan menghasilkan berita yang bisa saja merugikan banyak pihak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk bisa menggambarkan dengan rinci bagaimana sesungguhnya tanggapan wartawan mengenai kasus kekerasan seksual kepada anak. Dengan teori strukturasi yang dikemukakan oleh Anthony Giddens sebagai kerangka berpikir utama serta dibantu dengan beberapa teori pendukung, pernyataan wartawan dianalisa secara mendalam. Perbandingan antara pernyataan informan utama yang mana adalah seorang wartawan dengan berita-berita kekerasan seksual kepada anak yang secara nyata terbit menjadi salah satu sorotan utama dalam penelitian ini. Kehadiran perusahaan sebagai struktur yang melingkupi wartawan juga secara rinci dijelaskan dalam penelitian ini.
Hasil paling penting dari penelitian ini adalah bahwa beberapa wartawan saat ini menganggap fenomena kekerasan seksual kepada anak sebagai kasus yang sama saja seperti kasus kriminal lainnya. Selain itu hasil juga menunjukkan bahwa wartawan saat ini melakukan pekerjaannya sebagai pekerjaan profesional untuk dijadikan mata pencaharian, sehingga kehendak perusahaan tidak bisa dielakkan. Proses dialektis yang terjadi dalam diri wartawan melibatkan kepentingan perusahaan sebagai bahan pertimbangan utama dalam melakukan penulisan berita, termasuk berita mengenai kekerasan seksual kepada anak, sehingga sisi pribadi hati nurani wartawan tersingkirkan.
Berdasarkan hasil yang didapatkan, diharapkan wartawan menyadari bahwa pekerjaannya bukan hanya sekedar mata pencaharian, melainkan juga tanggung jawab moral yang dapat memengaruhi masyarakat luas. Untuk itu wartawan harus tetap mampu mewakili kepentingan masyarakat luas dalam kondisi himpitan kepentingan perusahaan yang membatasinya. Wartawan harus cermat melakukan framing berita dan menonjolkan sisi informatif yang edukatif dan meningkatkan kesadaran masyarakat tanpa harus menunjukkan sisi seksual yang ada pada kejadian kekerasan seksual kepada anak.

Keywordskekerasan seksual, kekerasan seksual terhadap anak, Media Massa, wartawan
Citation Key3017
You are here