Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Fenomena Pewrnikahan Dini (Aalasan Remaja Melakukan Pernikahan Dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas )

标题Fenomena Pewrnikahan Dini (Aalasan Remaja Melakukan Pernikahan Dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas )
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSetyawan, Edi
Call NumberSOS.680
Other NumbersF1A010034
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published01/2015
Abstract

Salah satu akibat dari kenakalan remaja adalah pernikahan dini. Di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, remaja laki-laki usia 16-18 tahun sebanyak 9 orang melakukan pernikahan dini sedangkan remaja perempuan usia 15 tahun sebanyak 6 orang pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan remaja melakukan pernikahan dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, dengan 5 sasaran utama (pelaku pernikahan dini) dan 4 sasaran pendukung (keluarga, tetangga dan pegawai KUA). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer (transkrip wawancara) dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yang komponennya terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa alasan remaja melakukan pernikahan dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas karena remaja perempuan telah hamil di luar nikah, adanya anggapan bahwa pihak laki-laki telah mampu secara ekonomi, perjodohan, stigma tentang perawan tua, pemahaman yang salah mengenai fungsi keluarga, rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan ketidaktegasan pemerintah dalam menjalankan undang-undang. Sikap orang tua dalam menyikapi keputusan anaknya untuk melakukan pernikahan dini mayoritas terpaksa menyetujui karena anaknya telah hamil terlebih dahulu dan yang lain menyetujui. Pernikahan dini memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari pernikahan dini adalah pola pikir menjadi lebih dewasa dan peningkatan perekonomian keluarga bagi suami yang memiliki pekerjaan tetap. Dampak negatif dari pernikahan dini adalah hilangnya kesempatan untuk melanjutkan sekolah, perekonomian sulit bagi suami yang belum bekerja secara serabutan dan perceraian.
Implikasi yang bisa diambil dari penelitian ini adalah pendidikan sangat penting untuk mencegah pernikahan dini karena dengan mereka sekolah dapat menunda usia pernikahan. Orang tua harus selalu mengawasi anaknya dalam setiap aktifitas namun jangan sampai mengganggu kebebasan anak dalam berekspresi. Pemerintah daerah berkewajiban memberikan sosialisasi atau penyuluhan tentang Undang–Undang Perkawinan dan sosialisasi mengenai dampak negatif dari pernikahan dini bagi anak remaja ataupun orang tua.

Keywordsperceraian xvi, pergaulan bebas, Pernikahan Dini, Remaja
Citation Key2001
You are here