Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Analisis Data Putusan Cerai Gugat Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen Tahun 2013

标题Analisis Data Putusan Cerai Gugat Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen Tahun 2013
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsEryaningsih, Umi
Call NumberSOS.729
Other NumbersF1A011007
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published09/2015
Abstract

Perkawinan merupakan awal hidup bersama dalam suatu ikatan dan tujuan
perkawinan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Untuk mencapai
tujuan tersebut maka terjadi interaksi dan komunikasi untuk memainkan peran,
kewajiban dan hak dalam keluarga, namun pada kenyataannya hal tersebut tidak
mudah. Meskipun perkawinan merupakan perjanjian yang sangat kuat namun
ikatan tersebut dapat “putus” jika suami dan istri memutuskannya. Perceraian
bukan sebuah harapan, namun pada kenyataannya ada beberapa pasangan yang
melakukan perceraian. Perceraian terkadang dianggap sebagai jalan keluar yang
terbaik.
Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pelaku cerai gugat.
Karakteristik pelaku cerai gugat (suami-istri) meliputi ; usia saat menikah,tingkat
pendidikan, jenis pekerjaan, usia perkawinan dan penyebab perceraian. Metode
yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis data sekunder.
Pengambilan data tersebut di Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen pada tahun
2013.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku cerai gugat yaitu:
semakin muda usia saat menikah maka kesempatan untuk terjadi perceraian juga
tinggi. Usia perkawinan tidak terlalu berpengaruh terhadap keharmonisan rumah
tangga. Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi jenis pekerjaan yang diperoleh
dan itu dapat berdampak pada pendapatn keluarga. Melalaikan kewajiban menjadi
penyebab tertinggi kasus cerai gugat pada tahun 2013 di Kabupaten Kebumen .
Setelah menganalisis hasil penelitian ini, maka dapat diperoleh kesimpulan
bahwa, karakteristik pelaku cerai gugat yang terjadi di Kabupaten Kebumen Pada
Tahun 2013 yaitu mereka yang melakukan nikah muda dan saat bercerai
didominasi mereka yang masih usia produktif. Usia perkawinan yang paling
banyak terjadi cerai gugat yaitu pada usia <5 tahun. Tingkat pendidikan dapat
mempengaruhi jenis pekerjaan yang diperoleh hal ini terbukti bahwa pelaku cerai
gugat didominasi mereka yang berpendidikan dasar dengan bidang pekerjaan
informal yaitu sebagian besar bekerja sebagai buruh. Ada 11 penyebab terjadinya
cerai gugat, namun yang paling mendominasi penyebab perceraian karena pihak
suami tidak bertanggung jawab. Untuk mengatasi kasus perceraian khususnya
cerai gugat yaitu saat memutuskan untuk menikah harus dipikirkan dengan
matang dan instansi terkait harus ada koordinasi agar kasus perceraian dapat
dikurangi.

KeywordsAnalisis Data., Cerai Gugat, Pengadilan Agama
Citation Key2369
You are here