Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

“Tradisi Luruh Duit”Studi Kasus Tentang Ayla (Anak Yang di Lacurkan) di Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Tgl :

标题“Tradisi Luruh Duit”Studi Kasus Tentang Ayla (Anak Yang di Lacurkan) di Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Tgl :
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsHumardhani, Fiali
Call NumberSOS.697
Other NumbersF1A009066
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published03/2015
Abstract

Globalisasi berdampak pada semua sektor di dalam masyarakat, terutama sektor pertanian dengan mekanisme pertaniannya, sehingga menimbulkan tingkat urbanisasi tinggi namun dengan keahian minim. Perubahan gaya hidup menuntut masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Tradisi Luruh Duit adalah salah satunya, Luruh Duit mencari kesugihan (kekayaan) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tradisi Luruh Duit mengacu pada gejala traficking pada anak. Di Desa Haurgeulis banyak orang tua yang mendorong anaknya untuk Luruh Duit atau bekerja sebagai PSK. Seolah ada anggapan bahwa anak perempuan merupakan aset dalam peningkatan ekonomi keluarga.
Penelitian mengenai Tradisi Luruh Duit ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Tekhnik pengambilan data sampel menggunakan purposive sampling, dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data adalah primer dan sekunder. Lokasi penelitian di Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu, dengan informan utamanya yaitu warga masyarakat Haurgeulis, dan informan pendukunya orang tua PSK dan Ayla (anak yang dilacurkan). Analisis data menggunakan model interaktif, prosesnya berjalan terus menerus seperti sebuah siklus. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi.
Konstruksi sosial yang dibangun oleh masyarakat Haurgeulis terhadap Tradisi Luruh Duit dan proses sosial yang terjadi didalam masyarakat sehingga Tradisi Luruh Duit diterima didalam masyarakat. Seperti proses sosial orang tua PSK dan para PSK dengan warga masyarakat, proses asosiatif, disosiatif dan juga perilaku sosial orang tua yang melacurkan anaknya (Ayla) dalam masyarakat, merupakan tujuan dari penelitian ini.
Hasil penelitian mengenai konstruksi sosial masyrakat haurgeulis terhadap Tradisi Luruh Duit, yaitu masyarakat menganggap menjadi PSK sebagai hal yang wajar. Para orang tua disana mempekerjakan anaknya sebagai PSK (Ayla) adalah sebagai alat untuk memperoleh tujuan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi dan prestige/gengsi untuk menunjukkan status sosial didalam masyarakat. Hasil penelitian ini bisa diketahui melalui, Tradisi Luruh Duit sebagai konstruksi masyarakat Haurgeulis,Tradisi Luruh Duit sebagai budaya yang sudah turun temurun : kebutuhan akan prestige, pelacuran dianggap sebagai hal yang sudah biasa , proses sosial orang tua PSK dan para PSK dengan warga masyarakat, proses ssosiatif : hubungan Ayla (Anak yang dilacurkan) dengan warga sekitar cukup akomodatif, proses disosiatif : fenomena Ayla (Anak yang dilacurkan) dan transaksi Jual beli, Ayla (Anak Yang Dilacurkan) sebagai aset berharga keluarga), konteks historis mengenai Tradisi Luruh Duit, masyarakat Haurgeulis dan Tradisi Luruh Duit, Budaya Kemiskinan (Fatalistik), persepsi para orang tua PSK terhadap pekerjaan anaknya, motivasi para orang tua yang menyuruh anaknya untuk Luruh Duit (menjadi PSK), Ayla (anak yang dilacurkan) dan Model pelacuran yang ada di Haurgeulis.
Kesimpulan bahwa para orang tua PSK secara sadar bahwa mendorong dan menyuruh anaknya Luruh Duit atau bekerja sebagai PSK adalah perbuatan yang melanggar norma dan ajaran agama. Pengaruh yang dominan dalam memotivasi para orang tua untuk menyuruh dan mendoronganaknya anaknya untuk bekerja sebagai PSK yaitu faktor ekonomi; kemiskinan, sulitnya mencari pekerjaan dan kebutuhan akan uang. Sebagai implikasinya bahwa perilaku apapun yang melanggar norma yang ada didalam masyarakat disebabkan karena kurangnya atau tidak berjalannya kontrol sosial didalam masyarakat. Diharapkan peran tokoh masyarakat dalam meningkatkan kontrol sosial guna mencegah tumbuh kembangnya para orang tua yang dan mendorong anaknya untuk menjadi PSK maupun perilaku menyimpang lainya

KeywordsAyla (Anak Yang Dilacurkan), Proses Sosial, Tradisi Luruh Duit
Citation Key2133
You are here