süperbetin süperbetin
superbetin deneme bonusu veren siteler
ankara escort escort ankara escort
1xbet Yeni Giriş Adresi 2022
1 xbet
1xbet
escort istanbul

Seri Public Lecture II Dr. Marcel M. Baumann Bahas ‘Teori Sosial, Terorisme dan Konflik Sosial’

anadolu yakası escort bostancı escort bostancı escort bayan kadıköy escort bayan kartal escort ataşehir escort bayan ümraniye escort bayan
ataşehir escort

halkalı escort avrupa yakası escort şişli escort avcılar escort esenyurt escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort avcılar escort esenyurt escort ataköy escort istanbul escort

güvenilir bahis siteleri

Seri Public Lecture II FISIP Unsoed mengusung tema “Teori Sosial, Terorisme dan Konflik Sosial”.  Dr Marcel Baumann Akademisi Universitas Freiburg Jerman menjadi pembicara utama pada kegiatan yang dilaksanakan dua kali yaitu tanggal 15 dan 16 Nopember 2016, masing-masing di Ruang Kuliah 14 dan 2B FISIP Unsoed. Walaupun pengantarnya menggunakan bahasa inggris namun Dosen dan Mahasiswa tetap antusias, memadati ruangan berkapasitas 80 orang.

Dalam pemaparannya, Marcel Baumann menyebutkan tentang pentingnya memiliki perspektif baru tentang terorisme. Menurut Baumann, melawan terorisme hampir sama seperti memerangi berkembangnya wabah, oleh karena itu perlu pemahaman tentang hati dan pikiran baik terhadap para pelaku teror maupun para korban teror.

Dalam hal ini pendekatan yang ditawarkan Max Weber sangat relevan. Pendekatan Weberian menyarankan perlunya memahami makna yang diberikan oleh para teroris terhadap dunia agar orang dapat mengerti pola piker dan motivasi tindakan-tindakan teror. Meskipun demikian bukan berarti orang dapat bersikap netral dan obyektif terhadap tindakan teror.

Pemahaman terhadap konteks sangat diperlukan untuk menafsirkan apakan seseorang atau sekelompok orang adalah teroris atau justru pejuang kemerdekaan. Dalam sejumlah kasus, orang atau kelompok tertentu dianggap sebagai teroris oleh orang atau kelompok lain, tapi dianggap pejuang kemerdekaan oleh orang atau kelompok lainnya lagi. Misalnya saja tokoh seperti Nelson Mandela pada suatu waktu dianggap sebagai teroris oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan, namun dianggap sebagai pejuang kemerdekaan oleh masyarakat kulit hitam.

Baumann juga memaparkan tentang perlunya pembedaan antara resolusi dan manajemen konflik. Resolusi konflik berarti bersikap optimis karena berasumsi konflik dapat diselesaikan, sedangkan manajemen konflik berarti bersikap pesimis karena seakan-akan konflik tidak dapat diselesaikan.

Fisip Unsoed, Maju Terus Pantang Menyerah !

 

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.