Güvenilir bahis siteleri 2022
deneme bonusu veren siteler
süperbetin süperbetin
superbetin deneme bonusu veren siteler
ankara escort escort ankara escort
1xbet Yeni Giriş Adresi 2022
1 xbet
1xbet
modabet giriş modabet
gaziantep escort
gaziantep escort
evden eve nakliyat

Rayakan Dies, Komunikasi Gelar Seminar Nasional Komunikasi Pembangunan

mecidiyeköy escort mecidiyeköy escort etiler escort etiler escort taksim escort beşiktaş escort şişli escort bakırköy escort ataköy escort şirinevler escort avcılar escort esenyurt escort bahçeşehir escort istanbul escort sakarya escort sakarya escort sakarya escort sakarya escort sakarya escort alanya escort alanya escort alanya escort alanya escort alanya escort alanya escort

halkalı escort avrupa yakası escort şişli escort avcılar escort esenyurt escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort avcılar escort esenyurt escort ataköy escort istanbul escort

güvenilir bahis siteleri

Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed menyelenggarakan Seminar Nasional sebagai kegiatan akademik tahunan pada Sabtu dan Minggu 6-7 November 2021 yang kali ini bertemakan “Quo Vadis Komunikasi Pembangunan dalam Kearifan Lokal di Era Digital”. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Dr. S Bekti Istiyanto, M.Si yang menyatakan bahwa tahun 2021 ini merupakan Seminar Nasional pada kajian bidang komunikasi pembangunan yang selalu dikaitkan dengan fenonena kekinian yang sedang trends yaitu media digital  dikaji oleh para Narasumber nasional yang kompeten dan dikaji lagi oleh para pemakalah dari berbagai kalangan baik akademisi, praktisi dan birokrat. Kemudian Dekan FISIP Unsoed melakukan sambutan sekaligus membuka acara dengan memberikan apresiasi kepada Jurusan Ilmu Komunikasi yang selalu konsisten menyelenggarakan pengembangan akademik dengan menghadirkan narasumber ahli dan mengundang para partisipan juga pemakalah sebagai jejaring mitra yang luar biasa di seminar nasional. Kegiatan seminar Nasional menghadirkan Narasumber Prof. Deddy Mulyana, MA., Ph.D dari Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan Guru Besar Ilmu Komunikasi Unpad, menyatakan bahwa “Komunikasi pembangunan yang perlu dikembangkan adalah komunikasi pembangunan humanistik yang dialogis, egaliter dan menggunakan bahasa lokal sekalipun dalam era teknologi digital”. Kemudian Narasumber kedua Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, Peneliti Utama Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyampaikan “Komunikasi pembangunan di era digital memperkuat kolaborasi antar institusi untuk sama sama mencerdaskan kehidupan bangsa dengan melaksanakan program literasi digital, pada sesi pertama tersebut di moderatori oleh Dr. Wisnu Widjanarko, M.Si.,MIPR.,CPR Kaprodi Ilmu Komunikasi Unsoed. Kemudian pasa sesi kedua dengan moderator Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Unsoed besama narasumber Dr.Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB sebagai Koordinator Substansi Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Kementerian Pertanian RI menjelaskan “Pembangunan khususnya pada bidang pertanian menjadi pondasi kekuatan ekonomi bangsa yang bertahan dan bahkan tetap mengalami kemajuan di tengah masa Pandemik Covid-19 yang di dukung oleh komunikasi pembangunan dengan media digital untuk adopsi, difusi dan diseminasi inovsti teknologi pertanian”.  Narasumber Dr. Adhi Iman Sulaiman, S.IP., M.Si Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed & Penggiat Pemberdayaan Masyarakat, memberikan ulasan “Komunikasi pembangunan dalam pemberdayaan masyarakat dapat menggunakan media konvensional dan interaksional sebagai kearifan lokal dan media teknologi informasi komunikasi sebagai inovasi digital yang bisa saling melengkapi. Pengembangan komunitas Cyber Extension dan Citizen Journalism khususnya oleh komunitas milenial yang dapat dijadikan media untuk memberikan informasi, edukasi, tranfer teknologi, promosi dan pemasaran produk unggulan dari kelembagaan ekonomi masyarakat”. Narasumber selanjutnya dari Dr. Syarifah Ema Rahmaniyah, M.Sc.,Ed dari Pusat Studi Pengembangan Pedesaan & Perbatasan menegaskan bahwa  “Komunikasi pembangunan berbasis kearifan lokal dalam hal ini budaya dan adat istiadat menjadi landaan dalam menggunakan media digital yang begitu pesat, sehingga dapat menyelesikan dan mencegah konflik sosial serta menciptakan harmonisasi”. Seminar nasional komunikasi dilaksanakan secara online melalui zoom meetings dikarenakan masih dalam situasi Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun tetap tidak mengurangi antusias partisipan yang ikut sebanyak 260 partisipan dari seluruh Indonesia. Kemudian terdapat pemakalah di sesi pararel sebanyak 30 judul yang terbagi ke dalam empat kluster yaitu (1) Komunikasi  dan Media Digital, (2) Komunikasi pemerintah, bisnis dan kehumasan, (3) Komunikasi kesehatan dan (4) Komunikasi Pemberdayaan dan Pariwisata.  Seminar nasional komunikasi akan menyelenggarakan kembali Seminar Nasional dengan tema yang lain sebagai bentuk kontribusi bagi bangsa dan negara, tetap dengan semangat “Maju terus pantang menyerah” dan jurusan ilmu komunikasi yang dapat diandalkan.

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.