süperbetin süperbetin
superbetin deneme bonusu veren siteler
ankara escort escort ankara escort
1xbet Yeni Giriş Adresi 2022
1 xbet
1xbet
escort istanbul

Public Lecture Bersama Dr. Marcel M. Baumann Akademisi Universitas Freiburg Jerman

anadolu yakası escort bostancı escort bostancı escort bayan kadıköy escort bayan kartal escort ataşehir escort bayan ümraniye escort bayan
ataşehir escort

halkalı escort avrupa yakası escort şişli escort avcılar escort esenyurt escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort avcılar escort esenyurt escort ataköy escort istanbul escort

güvenilir bahis siteleri

Seri Seminar I di FISIP Unsoed dengan tema “Teori Sosial, Terorisme dan Konflik Sosial” memiliki format yang merupakan gabungan antara seminar dan kuliah umum. Sebagai seminar, para dosen dari kelima jurusan di FISIP Unsoed datang sebagai undangan. Sebagai kuliah umum, mahasiswa yang mengikuti acara adalah yang mengambil matakuliah Teori Kritik Sosial (Jurusan Sosiologi) dan Teori-Teori Pembangunan Internasional (Jurusan Hubungan Internasional). Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Kuliah Program Studi Magister Ilmu Administrasi FISIP Unsoed.

Dalam pemaparannya pada tanggal 7 dan 8 November, Marcel Baumann menyebutkan tentang pentingnya menempatkan pemikiran-pemikiran sosiolog Jerman Max Weber dan filosof Friedrich Nietzche sebagai latar belakang berkembangnya Teori Kritik Mazhab Frankfurt. Tokoh-tokoh terkemuka yang mengembangkan Teori Kritik adalah: Thomas Adorno, Max Horkheimer, dan Juergen Habermas.

Intisari dari Teori Kritik adalah reinterpretasi filsafat Marxis yang mengkritik berkembangnya fetisisme dan komodifikasi serta munculnya budaya massa. Sifat kritis dari Teori Kritik terletak pada 3 hal yaitu: eksplanatoris, praktis dan normative. Teori Kritik sangatlah penting karena berusaha mendorong adanya pembebasan manusia dari perbudakan dunia modern.

Dalam konteks ini, Teori Kritik menyadarkan manusia tentang adanya apa yang disebut sebagai the banality of evil yaitu kejahatan-kejahatan luarbiasa seringkali dilaksanakan oleh orang-orang yang biasa, yang kesehariannya sama sekali tidak nampak sebagai penjahat.

Orang-orang biasa tersebut hanya berusaha menyesuaikan dirinya dalam situasi rezim yang totalitarian yang ironisnya menggunakan prinsip-prinsip modern. Tanpa adanya modernitas yang lahir dari Pencerahan, tidak mungkin terjadi apa yang disebut sebagai Holocaust atau pembantaian etnis Yahudi dalam Perang Dunia Kedua.

Fisip Unsoed, Maju Terus Pantang Menyerah !

 

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.