Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

FISIP UNSOED Adakan Pelatihan Penguatan Soft Skill Tenaga Kependidikan

Bertempat di Surya Yudha Park Banjarnegara, Fisip melaksanakan Pelatihan Penguatan Soft Skill Tenaga Kependidikan dengan tema "Peningkatan Kinerja Melalui Kegiatan Outbond dan Penguasaan Soft Skill Tenaga kependidikan". Pelatihan yang diikuti oleh seluruh karyawan tenaga kependidikan, ketua program studi, ketua jurusan beserta sekretarisnya serta pimpinan fakultas ini digelar selama 2 hari, dilaksanakan secara klasikal dan lapangan (outbond training). Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan dan menyiapkan karyawan sehubungan dengan akan diberlakukannnya renumerasi tahun 2014. Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Fisip yang diwakili oleh Pembantu Dekan II, Waluyo Handoko, SIP, MA., menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kerja keras panitia karena dengan keterbatasan waktu bisa melaksanakan pelatihan ini, meski mungkin belum bisa dikatakan optimal untuk pencapaian sebuah target peningkatan kinerja, namun demikian diharapkan pelatihan ini bisa memotivasi staf kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya.
Kasubag Kepegawaian dan Keuangan, Ahmad Purwadi, SIP menjelaskan tentang model penilaian kinerja staf kependidikan kaitannya dengan akan diberlakukannya renumerasi. “Berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS, Penilaian kinerja karyawan didasarkan pada dua unsur penilaian prestasi kerja yaitu sasaran kerja pegawai (SKP) yang ditetapkan diawal tahun sebagai kontrak kerja dan perilaku pegawai”, tandasnya. Pembantu Dekan II menjelaskan, “Pemberian renumerasi didasarkan pada penilaian kinerja tiga bulan sebelumnya oleh atasan langsung, sehingga besaran renumerasi antar bisa pegawai tidak sama”.
Dalam paparannya Dekan Fisip, Dr. Ali Rokhman menyampaikan materi dengan tema “Fisip Unsoed Solid dan Moncer”. “Moncer disini sudah bukan kata asing lagi karena merupakan perwujuda dari kata unggul dan bersinar, untuk meraihnya sarat utamanya adalah civitas akademika harus solid melalui kerja tim, tolong menolong dan persahabatan”, kata Dekan Fisip. Doktor lulusan Asahi University ini, menjelaskan ada budaya kerja Jepang yang bisa dijadikan contoh dan merupakan nilai positif untuk pelayanan yaitu disiplin, kerja keras, menghargai orang lain, budaya malu, budaya minta maaf, budaya bersih, andap asor, Jujur dan budaya berterima kasih.
Dr. Ali Rokhman di akhir paparannya mengatakan, “Orang akan dihargai karena ketepatan omongannya, sebagai  perwujudan sikap displin, kerja keras dan kejujurannya”.
 

You are here