Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Persepsi Para Pekerja Seks Komersial (PSK) tentang Prostitusi di Kalangan PSK “Sunan Kuning “ (SK) Kalibanteng Kota Semarang

タイトルPersepsi Para Pekerja Seks Komersial (PSK) tentang Prostitusi di Kalangan PSK “Sunan Kuning “ (SK) Kalibanteng Kota Semarang
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsYuliardo, Renault
Call NumberSOS.1024
Other NumbersF1A014015
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2019
Date Published04/2019
要約

Prostitusi merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat yang harus dihentikan penyebarannya.Prostitusi yang berada di Kota semarang tepatnya di lokalisasi Sunan Kuning merupakan salah satu prostitusi yang mempunyai wadah untuk Pekerja Seks Komersial. Arti mempunyai wadah ialah di Sunan kuning sendiri mempunyai pelatihan agar Pekerja Seks Komersial bisa melepaskan diri dari prostitusi dan bisa menjadi wanita normal pada umumnya dan bisa di terima di masyarakat
Penelitian ini menggunakan paradigma non-positivisme dengan metode penelitian kualitatif.Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus.Informan yang dipilih berjumlah tujuh orang dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Dalam penelitian ini, data yang di peroleh melalui hasil wawancara,observasi dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data interaktif.Validasi data menggunakan tehnik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa para Pekerja Seks Komersial di Sunan Kuning sebenarnya ingin melepaskan diri dari prostitusi dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan seperti mengikuti tata boga dan tata rias yang di berikan di Sunan Kuning Kota Semarang tersebut. Agar mereka hidup normal kembali dan bisa di terima di masyarakat.
Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlunya kerjasama aktif dan saling bersinergi antara dinas sosial, resosialisi dan pihak LSM (lembaga swadaya masyarakat) dalam membina dan mengawasi.
Harapannya bahwa kebijakan dalam membina pelatihan yang di berikan kepada Pekerja Seks Komersial dapat direalisasikan sesuai dengan kemaslahatan bersama dan berkelanjutan.

Kata kunci : Prostitusi, Pekerja Seks Komersial, Pemberdayaan

SUMMARY
Prostitution is one of social problems in which its spread must immediately be terminated. Prostitution in Semarang precisely in Sunan Kuning localization is one of the prostitutions which has place for the prostitutes. Having place means that Sunan Kuning localization has training for the prostitutes to make them free from prostitution so that they can live normally as a woman and be accepted by society.
This research uses non-positivism paradigm with qualitative research method. The approach used is case study. Seven informants were selected by using purposive sampling technique. In this research, the data were obtained through interview, observation and documentation. Meanwhile, the technique of data analysis used in this research is interactive analysis. The validation of data uses source triangulation technique.
The result of this research shows that the prostitutes in Sunan Kuning localization actually want to free themselves from prostitution by joining any training such as gastronomy and cosmetology provided by Sunan Kuning localization. This is to make them live normally again and accepted by society.
The recommendation from this research is that it is required for social and resocialization services, and non-governmental organization to actively cooperate with and synergize each other in fostering and monitoring the training. It is expected that the policy in fostering the training given to the prostitutes can be realized in accordance with public prosperity and sustainability.

Keywords: Prostitution, Prostitutes, Creating Empowerment

キーワードPekerja Seks Komersial, pemberdayaan, Prostitusi
Citation Key3583