Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Perilaku Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di Sungai Kedung Putri Kelurahan Baledono Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo

タイトルPerilaku Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di Sungai Kedung Putri Kelurahan Baledono Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsLestari, Hanifah Ayu
Call NumberSOS.1026
Other NumbersF1A014022
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2019
Date Published04/2019
要約

Sungai dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manusia seperti mandi, cuci dan kakus (MCK). Pemanfaatan ini terjadi karena terdapat berbagai faktor yang melatarbelakangi masyarakat melakukan perilaku MCK di sungai. Fenomena ini patut dicermati karena di era modern masih ada masyarakat yang melakukan perilaku mandi, cuci dan kakus (MCK) di sungai. Sebagaimana diketahui seharusnya kegiatan MCK dilakukan di jamban yang memenuhi standar PHBS.
Lokasi penelitian yaitu di Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo
yang dimana wilayah pemukimannya dilalui aliran Sungai Kedung Putri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab masyarakat Kelurahan Baledono melakukan MCK di sungai dan perilaku pemanfaatan Sungai Kedung Putri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah Masyarakat kelurahan Baledono yang melakukan perilaku mandi, cuci dan kakus (MCK) di Sungai Kedung Putri dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab masyarakat Kelurahan Baledono memanfaatkan sungai untuk MCK disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor lingkungan dan faktor sosial budaya. Faktor ekonomi terjadi karena keterbatasan kemampuan financial mengakibatkan tidak memiliki sarana MCK seperti fasilitas jamban keluarga, kamar mandi, dan fasilitas air bersih. Faktor lingkungan menjadi penyebab pemanfaatan sungai karena keberadaan sungai yang melintasi Kelurahan Baledono dan jarak rumah penduduk sekitar 5- 10m menyebabkan masyarakat memanfaatkan sungai untuk MCK. Faktor sosial budaya yang dimaksud adalah keberadaan sungai kedung Putri sudah sejak awal dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan baledono dan pemanfaatan tersebut dianggap sebagai suatu hal biasa karena diwariskan oleh para pendahulu. Terkait dengan perilaku mandi, cuci dan kakus (MCK) di Sungai Kedung Putri pada dasarnya masyarakat Kelurahan Baledono telah memahami perilaku hidup bersih dan sehat, meskipun perilaku MCK di sungai masih tetap dilakukan namun hal tersebut banyak disebabkan karena faktor ekonomi. Pemanfaatan Sungai kedung Putri banyak dilakukan oleh masyarakat seperti untuk mandi, mencuci pakaian, karpet, tikar, motor dan peralatan rumah tangga serta untuk kakus (BAB).
Sedangkan cara pemanfaatannya yaitu dengan mengambil air sungai melalui pipa-pipa yang
dihubungkan dengan pompa air, kemudian dengan cara membuat bangunan kakus di samping rumah atau pemanfaatan dengan langsung ke sungai.

Kata kunci : Perilaku, pemanfaatan, MCK di sungai

SUMMARY
This river is used for various human purposes such as bathing, washing and urinating/defecating (MCK). This utilization occurs because there are various factors underlying the community doing MCK behavior on the river. This phenomenon must be observed because in the modern era, there are still people who perform behavior bathing, washing and urinating/defecating (MCK) on the river. As is known, MCK activities must be carried out in toilets that meet PHBS standards.
The research location was in Baledono Village, Purworejo District, Purworejo Regency, where
the residential area was crossed by Kedung Putri River. This study aims to describe the causes of the Baledono Village community doing MCK in the Kedung Putri River and the behavior of the Kedung Putri River utilization. This study uses descriptive qualitative methods. The main target in this study was the urban community of Baledono who carried out MCK behavior in Kedung Putri River by using purposive sampling. The method of data collection in this study used interviews, observation, and documentation. Data analysis in research using interactive data analysis.
The results showed that the causes of the Baledono Kelurahan community using the river for
MCK were caused by economic factors, environmental factors and socio-cultural factors. In
economic factors, limited financial capacity resulted in not being able to have bathing,
washing and urinating/defecating (MCK) facilities such as family toilet facilities, bathrooms,
and clean water facilities. The environmental factor in question is the existence of a river that
crosses Baledono Village and a house with a river of only 5-10 meters makes the community
to use the river for bathing, washing and urinating/defecating (MCK). The socio-cultural factor in question is the existence of the Kedung Putri river which has been used by the Baledono Village community since the beginning and the utilization is considered as a matter of course because it was inherited by its predecessors. Regarding the behavior bathing,
washing and urinating/defecating in Kedung Putri River, Baledono Urban Village people basically understood clean and healthy behavior, even though the MCK behavior in the river
was still being carried out, but this was mostly caused by economic factors. The use of the
Kedung Putri River is mostly carried out by the community such as for bathing, washing clothes, carpets, mats, motorbikes and household appliances as well as for toilet. While the method of utilization is by taking river water through a pipe that is connected to a water pump, by making a toilet at the side of the house or using it directly into the river.

Keywords : Behavior, utilization, MCK in the river

キーワードMCK di sungai, Pemanfaatan, Perilaku
Citation Key3584