Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Tahu Tempe di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas

タイトルPeran Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Tahu Tempe di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsArdiansyah, Ikhsan
Call NumberPOL.382
Other NumbersF1D008046
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto, Jawa Tengah Indonesia
Year of Publication2015
Date Published06/2015
Publication LanguageIndonesian
要約

Penelitian ini berjudul “Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Tahu Tempe Di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas”.Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan peran pemerintah Banyumas dalam pengembangan industri tahu tempe Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, mengetahui dampak ekonomi politik dalam pengembangan industri tahu tempe kalisari, mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengembangan industri tahu tempe Kalisari, mengetahui pihak yang diuntungkan dan dirugikan dalam pengembangan industri tahu tempe Kalisari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, obeservasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Hal ini dapat diperoleh melalui cara membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dan membandingkan data hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berlainan.
Hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian ini adalah peran pemerintah dalam pengembangan industri tahu tempe di Desa kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas sudah ada. Hal ini bisa dilihat dari adanya penetapan kebijakan terkait peraturan menteri perdagangan Nomor 23/M-DAG/PER/5/2013 tentang Program Stabilisasi Harga Kedelai, sayangnya kebijakan ini hanya dirasakan satu kali oleh perajin tahu tempe Kalisari. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Pengelolaan Dana Pinjaman bergulir Kabupaten Banyumas untuk mendukung pembiayaan Usaha Mikro kecil dan Menengah, dan peraturan Bupati nomor 18 Tahun 2008 tentang penyaluran pinjaman dana kredit bergulir perkuatan pemodalan UMKM. Untuk dana pinjam, pemerintah masih sangat kurang karena proses birokrasi dirasa menyulitkan bagi pengusaha tahu tempe mendapat pinjaman. Pemerintah dalam melakukan strategi pengembangan melalui pembinaan, pelatihan, dan monitoring masih sangat kurang. Hal ini bisa dilihat dari tidak semua pengusaha tahu tempe Kalisari merasakan strategi pengembangan industri. Dalam pengembangan industri tahu tempe kalisari berdampak kepada ekonomi. Adapun dampak positifnya adalah stabilisasi harga kedelai, meningkatkan pendapatan asli daerah, mengurangi tingkat pengangguran, dan peningkatkan kualitas produk. Dampak negatifnya ketergantungan perajin terhadap pemerintah dan pemerintah akan terus mengalokasikan anggaran APBD untuk pengembangan industri tahu tempe. Faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan industri tahu tempe, factor penghambat kesulitan bahan baku, ketersediaan modal, tingkat pendidikan tenaga kerja. Faktor pendukung adanya pengembangan diharapkan memberikan informasi,keterampilan, dan inovasi perajin. Pihak yang diuntungkan dan dirugikan dalam pengembangan industri tahu tempe. Yang diuntungkan adalah pemerintah, perajin tahu tempe kalisari. pihak yang dirugikan adalah perajin tahu tempe yang tidak tergabung dalam kelompok tahu tempe kalisari.

キーワードEkonomi Politik, Industri Tahu Tempe, interaksi aktor, Pengembangan, Peran
Type of WorkUndergraduate Thesis
Citation Key2266