Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

MANAJEMEN KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN INTERNATIONAL BATIK CENTER (IBC) DI KABUPATEN PEKALONGAN

タイトルMANAJEMEN KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN INTERNATIONAL BATIK CENTER (IBC) DI KABUPATEN PEKALONGAN
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsPUSPITA, ARIA
Call NumberANE.759
Other NumbersF1B010020
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2014
Date Published07/2014
要約

Manajemen kolaboratif merupakan konsep yang menjelaskan tindakan kerjasama antara satu orang atau lebih, serta penyatuan aspek operasional, pola kerjasama dan sumber daya antar para pihak yang mewakili berbagai lapisan kelembagaan pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta untuk mencapai suatu tujuan dan kesejahteraan masyarakat. Pekalongan yang dikenal sebagai kota batik selalu berupaya meningkatkan eksistensi perdagangan batik, salah satunya dengan pendirian International Batik Center (IBC) di Wiradesa. Pada kenyataannya hingga sekarang keberadaan IBC belum diminati masyarakat luas, sehingga IBC masih sepi pengunjung terutama pada hari-hari biasa. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan manajemen kolaboratif dengan pihak swasta selaku pengelola IBC dan pihak masyarakat yaitu Paguyuban Badan Perwakilan Duta (BPD) dalam upaya pengembangan IBC. Kerjasama yang telah dilakukan yaitu mengadakan kegiatan atau event bersama untuk mengangkat nama IBC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis manajemen kolaboratif dalam pengembangan International Batik Center di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk melihat permasalahan yang dikaji secara mendalam. Fokus yang dikaji adalah manajemen kolaboratif dengan mengacu pada aspek operasional, pola kerjasama dan sumber daya. Teknik yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling dan accidental sampling. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa manajemen kolaboratif dalam pengembangan International Batik Center (IBC) di Kabupaten Pekalongan belum mencapai keberhasilan. Peran pemerintah dalam upaya pengembangan IBC adalah dalam hal promosi, baik melalui media cetak maupun elektronik. Manajemen kolaboratif yang terjalin selama ini hanya sebatas mengadakan kegiatan bersama, salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Expo Batik Nusantara. Selain itu, pola kerjasama dalam manajemen kolaboratif ini bersifat temporer. Permasalahan yang terjadi adalah para pedagang yang diwakilkan Paguyuban Badan Perwakilan Duta (BPD) tidak dilibatkan dalam event atau kegiatan yang diselenggarakan pemerintah. Kendala lain yaitu pembagian tugas yang tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dan promosi yang kurang maksimal, sehingga mengakibatkan pengunjung yang relatif sedikit.

Collaborative management is a concept that describes the act of cooperation between one or more persons, as well as operational aspects of unification, the pattern of cooperation and resources operational unity, resources among parties represent government institute, civilians, and public sector in order to achieve goals and society welfare. Pekalongan known as ‘the city of batik’ always concern in increasing the existence of batik trading, such as by establishment of The International Batik Center (IBC) at Wiradesa. In fact, until now the existence of the IBC not the public interest, so that the IBC is still empty of visitors, especially on weekdays. Therefore, government of Pekalongan Regency implement collaborative management with private party as IBC management and particular society called Paguyuban Badan Perwakilan Duta (BPD) in order to develop IBC. Some efforts have been done such as holding joint events to hold up the name of IBC. The purpose of this research is to understand and analyze collaborative management in development of International Batik Center in Pekalongan Regency. This research uses qualitative descriptive method to study the problem deeper. Review focus in this research is the collaborative management refers to operational aspect, cooperation pattern and resources. Technique used in this research is purposive sampling and accidental sampling. The result shows that collaborative management in developing International Batik Centre (IBC) at Pekalongan Regency doesn’t work well. Government role in development of IBC is by enhancing promotion, whether by printed media as well as electronics. The collaborative management that has been done until now only limited to joint activity that brings Expo Batik Nusantara altogether. Besides, cooperation pattern in ollaborative management is temporary. Problems come when the traders represented by BPD do not involved in the events held by government. Other obstacles are the distribution of duty with lack of Standard Operational Procedure (SOP) and less maximum promotion, that cause less visitors.

Keyword: collaborative management, development, international batik centre

キーワードinternational batik center, manajemen kolaboratif, Pengembangan
Citation Key1737