Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kinerja Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Banyumas Dalam Tindakan Preventif Pencegahan HIV/AIDS (Studi Kasus Pada Program “Aku Bangga Aku Tahu”)

タイトルKinerja Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Banyumas Dalam Tindakan Preventif Pencegahan HIV/AIDS (Studi Kasus Pada Program “Aku Bangga Aku Tahu”)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsKhairunnisa, Mira
Call NumberANE.914
Other NumbersF1B011040
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published04/2016
要約

Tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas menempatkan Kabupaten Banyumas sebagai peringkat ketiga dengan kasus kumulatif HIV/AIDS terbanyak di Jawa Tengah sampai tahun 2014. Sekitar 47,8% penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas berumur 25-34 tahun. Karena sifat virus yang memerlukan waktu 5-10 tahun untuk membuat pengidap HIV masuk ke kondisi AIDS, maka usia terendah saat terinfeksi sekitar 15-24 tahun. Oleh karena itu, upaya sedini mungkin untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS sangat diperlukan melalui tindakan preventif, salah satunya dengan program “Aku Bangga Aku Tahu” (ABAT). Program ABAT bertujuan meratakan pengetahuan yang benar dan komprehensif tentang HIV/AIDS kepada seluruh pemuda usia 15-24 tahun. Target utama program ABAT di Kabupaten Banyumas yaitu siswa-siswi SLTP dan SLTA. KPA Kabupaten Banyumas merupakan lembaga yang berperan dalam melaksanakan kepemimpinan, pengelolaan, dan koordinasi keterpaduan program penanggulangan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja KPA Kabupaten Banyumas dalam melakukan tindakan preventif pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas melalui program ABAT. Pengukuran kinerja dilihat dari lima indikator, yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPA Kabupaten Banyumas bersama dinas-dinas terkait dalam melakukan tindakan preventif pencegahan HIV/AIDS melalui program ABAT masih kurang optimal. Kendala utama dalam pelaksanaan program ABAT yaitu keterbatasan anggaran dan minimnya sumber daya manusia. Hal tersebut berpengaruh pada aspek produktivitas, kualitas layanan, dan responsivitas. Sementara itu, untuk aspek responsibilitas dan akuntabilitas masih kurang baik karena koordinasi antara KPA Kabupaten Banyumas, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan belum berjalan dengan lancar dan masing-masing lembaga masih belum sepenuhnya bertanggung jawab sebagai bagian dari keanggotaan KPA Kabupaten Banyumas.
Kata kunci: Kinerja, Komisi Penanggulangan AIDS, HIV/AIDS, program ABAT

SUMMARY
The high cases of HIV/AIDS in Banyumas Regency placed Banyumas Regency as the third-ranked regency with the most cumulative cases of HIV/AIDS in Central Java until 2014. Approximately 47,8% of people with HIV/AIDS in Banyumas Regency aged 25-34 years old. Since the characteristic of this virus takes 5-10 years to make HIV sufferers get into AIDS condition, the lowest age when they get infected is around 15-24 years old. Therefore, an earliest effort to eradicate the spread of HIV/AIDS is indespansable through preventive actions, one of them is by “Aku Bangga Aku Tahu” program (ABAT). This program aimed to distribute a true and comprehensive knowledge about HIV/AIDS to all youth age of 15-24 years old. The main target of ABAT program in Banyumas Regency is junior and senior high school students. KPA Banyumas Regency is an organization which plays a role in implementing leadership, management, and integrated coordination of HIV/AIDS eradication programs. This research aims to identify and analyze the performance of KPA Banyumas Regency in preventive action to deter HIV/AIDS in Banyumas Regency through ABAT program. The performance measurement is viewed by five indicators, there are productivity, service quality, responsiveness, responsibility, and accountability. This research used descriptive qualitative method. To choose the informants, this research was using purposive sampling technique. The collecting data method is done by doing in-depth interview, observation, and documentation. The result showed that the performance from KPA Banyumas Regency and related government institutions in preventive action to eradicate HIV/AIDS through ABAT program is still not good enough. The main obstacles in implementing ABAT program are the limited budget and lack of human resources. Those obstcales affected the productivity, service quality, and responsiveness. Meanwhile, the responsibility and accountability are not good enough because the coordination between KPA Banyumas Regency, Health Office, and Education Office hasn’t worked smoothly and each institution hasn’t been fully responsible as a member of KPA Banyumas Regency.
Keywords: Performance, AIDS Eradication Comission, HIV/AIDS, ABAT Program

キーワードHIV/AIDS, Kinerja, Komisi Penanggulangan AIDS, program ABAT
Citation Key2674