deneme bonusu veren siteler
süperbetin süperbetin
superbetin deneme bonusu veren siteler
ankara escort escort ankara escort
1xbet Yeni Giriş Adresi 2022
1 xbet
1xbet
modabet giriş modabet
gaziantep escort
gaziantep escort
evden eve nakliyat

Fisip Unsoed Adakan Kuliah Tamu Masa Depan Indonesia Inklusi

mecidiyeköy escort mecidiyeköy escort etiler escort etiler escort taksim escort beşiktaş escort şişli escort bakırköy escort ataköy escort şirinevler escort avcılar escort esenyurt escort bahçeşehir escort istanbul escort sakarya escort sakarya escort sakarya escort sakarya escort sakarya escort alanya escort alanya escort alanya escort alanya escort alanya escort alanya escort

halkalı escort avrupa yakası escort şişli escort avcılar escort esenyurt escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort avcılar escort esenyurt escort ataköy escort istanbul escort

güvenilir bahis siteleri

Setelah awal bulan lalu menghadirkan kuliah tamu dari aktivis Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla, Selasa (5/11) Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman kembali menyajikan kuliah tamu dari aktivis dan konsultan difabilitas, Bahrul Fuad. Penulis Buku, “ Fiqih Penguatan Penyandang Difabilitas ini, “ menyampaikan materi tentang masa depan Indonesia Inklusi 5 tahun ke depan.

Kuliah yang bertempat di Ruang Rapat Dekanat dihadiri mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di FISIP Unsoed dan dipandu oleh Ahmad Sabiq, dosen mata kuliah Teori Perwakilan Politik. Hadir pula sejumlah dosen peminat dan pemerhati isu-isu inklusi sosial. Cak Fu, demikian demikian panggilan akrab Bahrul Fuad, secara khusus menyoroti permasalahan partisipasi dan representasi politik kaum difabel.

“Partisipasi politik para difabel untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan masih sangat terbatas. Harapan 35 Caleg Difabel yang turut kontestasi pada Pemilu 2019 kandas di tengah,” jelas alumni Rijksuniversiteit Groningen, Belanda ini.

Dilanjutkan Cak Fu, faktor penyebab kegagalan tersebut bertumpu pada tiga hal yaitu ongkos politik yang mahal, stigma negatif terhadap para difabel dan rendahnya kapasitas politik penyandang disabilitas. Karenanya, Ia menegaskan untuk mewujudkan inklusi di bidang politik di masa depan, diperlukan perjuangan terus-menerus dan sinergi antar semua lini.

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.