Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

FISIP UNSOED gelar seminar nasional “Transformasi sosial budaya di Indonesia”

Bertempat di Aula FISIP UNSOED, Rabu (31/10) digelar seminar nasional dengan tema “Transformasi sosial budaya di Indonesia”.  Menurut Ketua Panitia, Dr. Slamet Rosyadi, M.Si, kegiatan ini disamping sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 27  FISIP UNSOED, juga merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi fakultas yang berjuluk kampus oranye ini atas perubahan dinamika sosial budaya di Indonesia. “ Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 13 perguruan Tinggi di Indonesia dan menampilkan 77 makalah yang membahas tentang isu sosial dan budaya dari beberapa perspektif yang kemudian menginspirasi gagasan, informasi kreatif dalam memahami transformasi sosial dan budaya di Indonesia, “

Rektor UNSOED, Prof. Edy Yuwono, Ph.D dalam sambutan pembukaannya mengatakan, bahwa realitas kehidupan masyarakat di indonesia, tidaklah dapat melepaskan diri dari dinamika perubahan struktur, sistem sosial dan tatanan nilai-nilai kebudayaan yang muaranya mempengaruhi proses pemaknaan masyarakat terhadap realitas yang ada. “ Kita berharap bahwa para akademisi FISIP UNSOED dengan khasanah keilmuannya yang lebih komprehensif semakin meningkatkan kemampuan diri menjadi yang terdepan dan terkemuka bagi sebesar-besarnya kemaslahatan masyarakat dan menjadikan forum seminar menjadi forum bertukar pikiran dan mengasah intelektualitas yang mencerahkan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara“.

Hadir sebagai narasumber adalah Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si (Wakil Gubernur Jawa Tengah) dan Drs.  Rusdianto, M.Sc (Staf Ahli Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi) dari praktisi dan pengambil kebijakan birokrasi. Selain itu, dari kalangan akademisi hadir Prof. H. Amir Santoso, Ph.D (UI), Prof. Dr. Heru Nugroho (UGM) dan Prof. Dr. Paulus Israwan (UNSOED).  Dalam seminar dipaparkan antara lain dampak dari globalisasi yang berupa Americanization of Life Style, yang kadang tanpa disadari berpengaruh pada tatanan kehidupan bermasyarakat. Dualisme budaya dan sekaligus ketegangan antara kebudayaan global juga lokal dan marginalisasi, kemiskinan dan eksploitasi diri dalam rangka survive menjadi bahan kajian dan tantangan tersendiri bagi akademisi untuk mencari solusi dan arahnya agar tidak kehilangan jati dirinya. Juga mengemuka ide-ide sejumlah upaya  dalam menyikapi dampak transformasi sosial dan budaya berupa perlunya kekuatan kritis menghadapi relasi kuasa global-lokal, critical mass sebagai pilar menghadapi hubungan global-lokal dalam era yang semakin liberal dan diperlukannya kehadiran negara yang kuat, elit politik yang berpihak pada rakyat serta lembaga pendidikan yang tidak hanya sekedar menjadi operator dan pelegitimasi kekuatan global.

You are here