Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Wayang Kulit Gagrag Banyumasan Sebagai Media Tradisional Masyarakat Banyumas (Studi Media Tradisional Dalam Pesan-Pesan Pembangunan)

TitleWayang Kulit Gagrag Banyumasan Sebagai Media Tradisional Masyarakat Banyumas (Studi Media Tradisional Dalam Pesan-Pesan Pembangunan)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSampurno, Sigit Dadi
Call NumberKOM.479
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2012
Date Published12/2012
Abstract

Skripsi ini berjudul “Wayang Kulit Gagrag Banyumasan Sebagai Media Tradisional Masyarakat Banyumas (Studi Media Tradisional Dalam Pesan-Pesan Pembangunan)”. Spesifikasi wayang kulit gagrag banyumasan ini terletak pada tehnik pembawaan yang sangat dipengaruhi oleh latar belakang budaya setempat yang memiliki pola tradisional agraris. Spesifikasi tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi seperti sulukan, tokoh tetentu yang merupakan lokal genius lokal banyumasan, sanggit cerita dan iringan musik. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana pesan-pesan pembangunan disampaikan dalam wayang kulit gagrag banyumasan.
Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil yang dikumpulkan dalam penelitian ini, melalui observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Wawancara direkam melalui alat perekam kemudian dibuat transkrip hasil wawancara. Untuk menguji keabsahan data penelitian, menggunakan teknik perpanjangan pengamatan.
Hasil dari penelitian ini, menujukan bahwa pesan-pesan pembangunan dalam wayang kulit gagrag banyumasan terdapat pesan pembangunan fisik dan non fisik yang disampaikan secara dialog dan monolog. Dalang sering kali menyampaikan pesan-pesan pembangunan ketika adengan limbukan dan adegan goro-goro. Pesan pembangunan fisik dapat disampaikan dengan suluk dalang yang sudah mengalami modifikasi, kemudian juga tembang-tembang yang dinyanyikan oleh pesinden. Selain itu, lakon-lakon wayang juga tidak menutup kemungkinan bahwa lakon tersebut secara utuh mengandung pesan pembangunan. Kemudian pesan nonfisik terdapat pada gunungan wayang yang kesemuanya itu menggambarkan kompleksitas kehidupan. Peneliti menyarankan sebaiknya dalang Banyumas jangan merasa canggung dalam membawakan kesenian wayang kulit ini. Lembaga pendidikan lebih memperhatikan wayang kulit agar diperkenalkan kepada anak didiknya sejak dini. Pemda setempat melalui Dinas Pariwisata secara kontinyu selalu melakukan pembinaan wayang kulit secara terprogram ataupun diklat.

KeywordsMedia Tradisional, Pesan Pembangunan, Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
Citation Key1162
You are here