Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Suswoyo : Laki-Laki Pegiat Buruh Migran di Banyumas (Studi Biografis)

TitleSuswoyo : Laki-Laki Pegiat Buruh Migran di Banyumas (Studi Biografis)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsAlmashinta, Wiyanti
Call NumberSOS.1034
Other NumbersF1A014093
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2019
Date Published05/2019
Abstract

Suswoyo merupakan mantan buruh migran laki-laki. Buruh migran sebagian besar adalah perempuan. Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi pada buruh migran, kehadiran para pegiat di sini sangat dibutuhkan. Ketika salah satu paguyuban di Banyumas didirikan untuk memperdulikan nasib buruh migran, kebanyakan pegiat yang ada di dalam paguyuban tersebut adalah perempuan. Kehadiran Suswoyo sebagai pegiat inilah menjadi unik untuk mengangkat membahas sosok buruh migran laki-laki dan pegiat laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan keterlibatan Suswoyo dalam kegiatan pemberdayaan terhadap buruh migran di Banyumas secara umum dan masyarakat sekitarnya. Landasan teori yang digunakan dalam penulisan ini, setelah kepulangan Suswoyo merupakan sikap seperti salah satu teori William Isaac Thomas tentang definisi situasi. Selain itu juga membahas tentang relasi gender, pemberdayaan masyarakat, dan buruh migran dan mantan buruh migran terkait dengan topik pembahasan penulisan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini motede penelitian kualitatif yang mengungkap kisah hidup pribadi atau life history. Penelitian ini berlokasi utamanya di desa Ketenger, Kecamatan Baturraden. Sasaran utama dalam penelitian ini ada Suswoyo sebagai mantan buruh migran dan pegiat sosial dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah interaktif atau ongoing analysis. Validasi data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan istri Suswoyo dan dua pegiat Seruni yang merupakan rekan pegiat di Seruni. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Suswoyo pernah bekerja di Brunei Darussalam selama 4 tahun atau 2 kali masa kontrak kerja. Suswoyo mengalami penindasan dari majikannya. Suswoyo berangkat menjadi buruh migran karena untuk memperbaiki kondisi ekonomi dari krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998. Suswoyo mengalami banyak pengalaman selama bekerja di luar negeri. Suswoyo juga menulis beberapa curahan hatinya ke dalam beberapa lembar tulisan. Setelah Suswoyo mengalami pahit getirnya menjadi buruh migran, Suswoyo melibatkan dirinya dalam beberapa kegiatan sosial di paguyuban Seruni dan di sekitar lingkungan desanya. Suswoyo sangat menyukai berkegiatan sosial karena ia juga menyukai silaturahmi dengan banyak orang. Ketika pegiat sosial yang ada di Seruni sebagian besar adalah perempuan, terjadi masalah ketika Suswoyo banyak berkegiatan dengan perempuan. Menurut Suswoyo, ternyata tidak semudah apa dibayangkan ketika banyak bersentuhan berkegiatan dengan kebanyakan di sekelilingnya adalah perempuan. Suswoyo mengalami penindasan pada saat itu.
Rekomendasi dari penelitian ini, bagi pemerintah lebih memperhatikan lagi nasib buruh migran dan keluarganya. Bagi pegiat, lebih menggali lagi bagaimana usaha untuk mengkader agar pegiat tetap terus berjaya tidak hanya pada masanya saja, agar tetap ada yang memperdulikan nasib buruh migran dan keluarganya sebelum turun tangan dari pemerintah. Bagi peneliti selanjutnya, agar lebih dalam lagi mendeskripsikan atau membahas mengenai beberapa sosok kehidupan dan pengalaman dari buruh migran laki-laki karena selama ini yang masyarakat ketahui kebanyakan buruh migran adalah perempuan.

Kata Kunci: Suswoyo, Isu Buruh Migran, Pegiat Buruh Migran.

SUMMARY
Suwoyo is a former man migrant worker while most of migrant workers are women. The need of activists is high due to many problems are faced by the migrant workers. Most of the activists in a community which was established for caring migrant workers’ problems in banyumas are women. Therefor, the presence of suswoyo as an activist in the community becomes a unique discussion about the man migrant worker figure and activist. This research is aimed to reveal and describe the general involment of suswoyo in empowerment activities for migrant workers and community in the range of banyumas. Since the attitude of suswoyo after his return portrayed the definition of situation, so one of william isaac thomas’ theories is used as the basic theory . Besides, this study also discusses some related topics such asgender relation, community and both of migrant workers and former migrant workers empowerments. Research method in this study used qualitative research to reveal the story of personal story or life history. The research mainly took place in ketenger village, baturraden sub-district. The main objective in this study was suswoyo as a former migrant worker and an activist using purposive sampling.
The data collection technique were in-depth interviews, observations and documentations.
Ongoing analysis or interactive are used as data analysis in this research. Suswoyo’s wife and two seruni activists who are his colleagues in seruni are involved in data validation. The research result describes that suswoyo had worked in brunei darussalam for 4 yeras or twice of the employment contract. Becoming a migrant worker was a way to improve his economic condition due to economic crisis occured in 1998. As a migrant worker, he had through a lot of experiences while working abroad includes oppresion from his employer. Some of his experiences are wrote down on papers. After a lot of bitter experiences as migrant worker, he joined in severel social activities in around his village and seruni community. Suswoyo loves social activities because he likes hospitality with many people. When the community had a lot of women activists as the most, there was a problem he had face in many activities with women. According to suswoyo, that was not as easy as he imagined while having much contact with women in many activities. He experienced oppresion at that time.
Recommendations from this study, for the government, pay more attention and care to migrant workers and their families. For activists, more explore how the effort to wider the community and gather many cadres to continue the community, so that there are stiil many people caring about migrant workers and their families before intervening from the government. For the next researcher, to give deeper description or discussion about some figures and experiences of men migrant workers since the disscussions about migrant workers are women generally.

Keywords: Suswoyo, Migrant Workers Issues, Migrant Workers Activists

KeywordsIsu Buruh Migran, Pegiat Buruh Migran., Suswoyo
Citation Key3603
You are here