Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial PMI Kabupaten Banyumas dalam Mencukupi kebutuhan Darah di Banyumas

TitleStrategi Komunikasi Pemasaran Sosial PMI Kabupaten Banyumas dalam Mencukupi kebutuhan Darah di Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSukarno, Indria Dwi
Call NumberKOM.800
Other NumbersF1C009062
Publisheruniversitas jenderal soedirman
Place Publishedpurwokerto
Year of Publication2016
Date Published09/2016
Abstract

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. PMI mendapat mandat dari pemerintah untuk mengadakan upaya kesehatan tranfusi darah melalui PP No 18 Tahun 1980 tentang tranfusi darah. Sebagai pelaksana maka dibentuklah unit donor darah (UDD) di setiap PMI tingkat cabang. UDD bertanggungjawab atas ketersediaan stok darah di setiap daerah untuk mencukupi kebutuhan darah di daerah tersebut.
Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi pemasaran sosial yang digunakan PMI Kabupaten Banyumas dalam menarik masyarakat agar melakukan donor darah guna mencukupi kebutuhan darah di Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dimana data didapatkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk validasi data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data.
Dalam penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa terdapat faktor internal yang mempengaruhi organisasi berupa kekuatan dan kelemahan. Kekuatan yang dimiliki oleh PMI Kabupaten Banyumas berupa sejarah dan nama besar PMI, jaringan PMI di tiap kabupaten dan staf yang terdidik dan terlatih. Selain memiliki kekuatan, PMI juga memiliki kelemahan yang dapat menghambat kinerja berupa lemahnya koordinasi antar seksi dan kurangnya staf yang dimiliki. Selain faktor internal, faktor eksternal yang berupa peluang dan ancaman juga mempengaruhi kondisi organisasi. Peluang yang dimiliki yaitu banyaknya lembaga pendidikan di Purwokerto, adanya kepercayaan dari masyarakat dan adanya kerjasama yang aktif dengan institusi lain. Ancaman yang dapat menjadi masalah bagi eksistensi PMI adalah adanya unit tranfusi darah rumah sakit.
Berdasarkan analisis SWOT yang telah dijabarkan, maka dihasilkan strategi komunikasi pemasaran sosial yang dapat digunakan PMI Kabupaten Banyumas dalam memenuhi kebutuhan darah di Banyumas yaitu meningkatkan promosi donor darah dengan memanfaatkan kerja sama yang ada, membuat program yang menarik, merekrut tenaga penyuluh dari korps suka rela (KSR) serta selalu menjaga hubungan baik dengan KDDS maupun pendonor perorangan.

Keywordsdonor darah, pemasaran sosial, PMI Kabupaten Banyumas
Citation Key2824
You are here