Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Relevansi Suicide Emile Durkheim pada Masyarakat di Kabupaten Majalengka

TitleRelevansi Suicide Emile Durkheim pada Masyarakat di Kabupaten Majalengka
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsKUSUMA, HERDI ANUGRAH
Call NumberSOS.584
Other NumbersF1A007006
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2013
Date Published09/2013
Abstract

Relevansi Suicide Emile Durkheim pada Masyarakat di Kabupaten Majalengka adalah judul skripsi ini. Bunuh diri menurut Emile Durkheim adalah semua kasus kematian yang disebabkan baik secara langsung maupun tidak langung oleh tindakan positif maupun negatif pelakunya, dan pelaku tahu bahwa tindakan ini akan menyebabkan kematiannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang pelaku bunuh diri di Majalengka, mengetahui karakter sosial (pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, gender, usia, status ekonomi, agama) pelaku bunuh diri dan mengetahui relevansi teori Emile Durkheim khususnya integrasi dan regulasi dalam masyarakat untuk menjelaskan tentang kasus bunuh diri di Kabupaten Majalengka.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode penelitian ini peneliti berusaha untuk menggambarkan atau mendeskripsikan tentang bagaimana relevansi Suicide Emile Durkheim pada masyarakat di Kabupaten Majalengka. Data yang dikumpulkan terutama berupa kata-kata, kalimat, atau gambar yang memiliki arti lebih dari sekedar angka maupun frekuensi. Lokasi penelitian bertempat di Kabupaten Majalengka. Sasaran penelitian adalah keluarga, teman, dan orang terdekat korban bunuh diri. Informan yang diambil sebanyak 10 orang karena setiap orang mewakili setiap kasus bunuh diri yang berbeda.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa teori suicide Emile Durkheim masih relevan untuk mengkaji masalah bunuh diri yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Kategori bunuh diri yang dominan terjadi di Kabupaten Majalengka adalah bunuh diri egoistik. Bunuh diri ini terjadi karena integrasi sosial yang rendah. Penyebab utamanya adalah integrasi masyarakat yang menurun sehingga menyebabkan kepekaan sosial dalam masyarakat rendah. Regulasi dalam tingkat masyarakat yang memudar menjadi salah satu celah dalam mengkontrol masalah sosial bernama bunuh diri.

KeywordsBunuh diri, Emile Durkheim
Citation Key1301
You are here