Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Perilaku Politik Komunitas Film Dalam Mengkritisi Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga

TitlePerilaku Politik Komunitas Film Dalam Mengkritisi Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsIkhsanudin, Arief
Call NumberPOL.357
Other NumbersF1D008010
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto, Jawa Tengah Indonesia
Year of Publication2015
Date Published03/2015
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menggambarkan perilaku politik komunitas film dalam mengkritisi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga. 2) Mengetahui alasan perlilaku politik dari komunitas film dalam mengkritisi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Komunitas film yang menjadi subjek penelitian adalah Cinema Lover Community atau CLC. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Informan utama yang diambil dalam penelitian ini adalah Pengurus CLC. Kemudian untuk Informan Pendukung diambil dari Warga Banjaran, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga, serta Rekanan dari CLC. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview),observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Validitas data menggunakan trianggulasi data.
Hasil penelitian ini yaitu: 1) CLC melakukan perilaku politik untuk mengkritisi pengelolaan TPA Banjaran. Perilaku politik yang dilakan adalah perilaku kelompok dengan Bowo Leksono sebagai aktor utama. Sikap CLC terhadap pengelolaan TPA Banjaran adalah TPA Banjaran telah melakukan pencemaran dan membuat sengsara masyarakat desa Banjaran. Oleh karena itu, TPA Banjaran harus ditutup. Beberapa tindakan yang dilakuan oleh CLC untuk mengkritisi TPA Banjaran adalah membuat film dokumenter Banjaran Menolak Sampah, membuat ruang kritis bernama Kado Buat Kota Tercinta, pemutaran film Banjaran Menolak Sampah, dan mendampingi masyarakat Banjaran. 2) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku politik dari CLC dalam mengkritisi TPA Banjaran. faktor tersebut adalah: lingkungan sosial poltik tidak langsung, lingkungan sosial poltik langsung, struktur kepribadian yang tercermin dari sikap individu, faktor sosial politik langsung.

KeywordsCinema Lover Community., Komunitas film Kritis, Perilaku Politik
Type of WorkUndergraduate Thesis
Citation Key2113
You are here