Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pengasuhan Anak dalam Keluarga Buruh Migran di Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.

TitlePengasuhan Anak dalam Keluarga Buruh Migran di Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsPratama, Billy
Call NumberSOS.732
Other NumbersF1A011083
PublisherUIniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published09/2015
Abstract

Kemiskinan mengarahkan semua sumber daya manusia untuk mencari nafkah, istri juga ikut terlibat dalam pencarian nafkah untuk menambah pemasukan suami. Peluang kerja dalam negeri rendah dibandingkan peluang kerja yang ada di luar negeri. Sayanganya, peluang kerja di luar negeri kebanyakan untuk perempuan. Kepergian seorang buruh migran menyebabkan keluarga menjadi kurang. Suami, anak, dan keluarga besar menjadi ganjalan berat bagi buruh migran. Suami yang merasa kesepian akibat kepergian istri dan anak yang merasa kurang adanya kasih sayang dari seorang ibu melainkan didapatkan dari keluarga besar atau Extended Family, khususnya bagi anak-anak buruh migran di Kelurahan Bancar Kembar Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang profil, peran, alokasi waktu dalam keluarga buruh migran saat ditinggal ibunya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengn paparan yang bersifat deskriptif dengan sasaran utama para keluarga buruh migran, lalu sasaran pendukungnya adalah orang-orang yang juga mengetahui kehidupan mereka seperti tetangga. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan dan observasi. Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik analisis data yang di pakai adalah model analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini adalah Buruh Migran yang ada di kelurahan bancar kembar merupakan bagian dari sebuah kompleksitas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh buruh migran ini adalah persoalan kemiskinan. Hal ini erat kaitannya dengan kondisi ekonomi. Peran Buruh Migran dalam mencari nafkah ternyata masih dimaknai bahwa pekerjaan yang dilakukan itu adalah pekerjaan sampingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa stereotype yang melekat bahwa perempuan seringkali diposisikan di ranah domestik sebenarnya masih banyak terlihat di dalam kehidupan rumah tangga perempuan yang menjadi buruh migran. Perempuan dan laki-laki memang bekerja sama, namun masih banyak dalam bentuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Implikasi dalam penelitian ini Pentingnya pengawasan kepada anak-anak buruh migran baik dalam posisi sewaktu anak-anak sedang dirumah, maupun berada di luar rumah. Interaksi yang terjadi dalam rumah tangga buruh migran, memerlukan adanya komunikasi pembagian kerja yang tidak berdasar pada stereotype yang berkembang di masyarakat mengenai perempuan di wilayah domestik. Perlu adanya keseimbangan peran gender yang dimiliki oleh perempuan maupun laki-laki di dalam rumah tangga sehingga tidak terjebak hanya pada satu peran, yang memungkinkan terjadinya beban kerja ganda dan Perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut mengenai persepsi, pandangan keluarga dan masyarakat mengenai adanya beban kerja ganda yang di alami oleh para buruh migran.

KeywordsBuruh Migran, Peran Ganda., Perekonomian
Citation Key2372
You are here