Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Penentangan Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Terhadap Pasangan Uu Ruzhanul Ulum Dan Ade Sugianto Sebagai Calon Tunggal Pada PemilihanKepala Daerah Tahun 2015

TitlePenentangan Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Terhadap Pasangan Uu Ruzhanul Ulum Dan Ade Sugianto Sebagai Calon Tunggal Pada PemilihanKepala Daerah Tahun 2015
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsRamdhani, Dicky
Call NumberDicky Ramdhani
Other NumbersF1D013005
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published06/2018
Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penentangan masyarakat dan sebab-sebab bisa terjadi penentangan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya terhadap pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto sebagai calon tunggal pada pemilihan kepala daerah tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstuktivisme khususnya non-positivisme serta menggunakan perspektif strukturalis dan pendekatan studi kasus. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif deskriptif dengan model analisis interaktif. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi data sumber. Di dalam landasan teori penelitian ini menggunakan teori pemilihan kepala daerah, kontestasi politik lokal, partisipasi politik, dan incumbent atau petahana. Hasil penelitian ini mengungkapkan proses penentangan dari elit, kiai, dan masyarakat terhadap pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto sebagai calon tunggal. Penentangan ini awal mula akibat Uu muncul sebagai calon pada pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Penentangan dilakukan oleh tiga kalangan, yaitu kalangan elit politik, kiai/ulama, dan masyarakat. Kalangan elit dimotori oleh Tatang Farhanul Hakim dan Ruhimat. Disamping itu, Tatang juga mendapat intruksi dari ketua DPP PPP kubu Djan Farid untuk mengugurkan Uu dalam pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015. Selanjutnya Tatang membentuk kelompok rombongan masyarakat tidak setuju (Romantis). Namun penentangan juga dilakukan oleh masyarakat yang dilakukan secara inisiatif tanpa ikut dalam kelompok romantis. Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di berbagai kecamatan melakukan aksi demo penentangan terhadap Uu Ruzhanul Ulum. Sehingga kelompok romantis dan masyarakat melakukan berbagai aksi demo untuk menentang figur Uu. Selanjutnya setelah penghitungan suara yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Tasikmalaya, bahwa pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto dinyatakan menang. Namun, penentangan tetap berlanjut ke tahap melakukan gugatan ke MK dengan mengugat hasil perolehan suara. Walaupun pada akhirnya penentangan dari masyarakat ini berhenti karena langkah terakhir penentangan mengalami kekalahan dan gagal. Meskipun hasil akhir yang di dapatkan sesuai harapan, namun setidaknya masyarakat sudah cerdas dalam memilih. Dalam hal ini, masyarakat menginginkan figur lain sebagai bupati selain figur Uu Ruzhanul ulum. Jadi inti persoalan-persoalan terkait dengan Uu ini, bahwa tatang ini menginisiasi masyarakat. Situasi ini bersamaan dengan situasi yang sama yang melingkupi elit-elit agama dan juga masyarakat. Sehingga bisa diartikan bahwa aksi penentangan itu bersifat elitis. Namun, disisi lain penentangan ini diakibatkan karena adanya deprivasi atau kekecewaan dari masyarakat terhadap Uu Ruzhanul Ulum.

Keywordscalon tunggal, penentangan, Pilkada
Citation Key3419
You are here