Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kritik Terhadap Manipulasi Informasi dalam Film “THE FIFTH ESTATE” : Representasi Perjuangan Transparansi Media oleh Julian Assange Melalui Situs Wikileaks Tahun 2006 - 2010

TitleKritik Terhadap Manipulasi Informasi dalam Film “THE FIFTH ESTATE” : Representasi Perjuangan Transparansi Media oleh Julian Assange Melalui Situs Wikileaks Tahun 2006 - 2010
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsMeidina, Rizqi Alifa
Call NumberPOL.466
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published03/2017
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan manipulasi informasi sampai kepada citizen journalism sebagai lahirnya transparansi media; 2) mendeskripsikan situs WikiLeaks sebagai perantara bagi para whistleblowers untuk meluruskan berita yang telah ada; 3) mendeskripsikan dan memahami kritik terhadap manipulasi informasi dalam film “The Fifth Estate” karya Bill Condon; 4) memahami perjuangan media dalam film “The Fifth Estate” sebagai representasi dari transparansi media oleh Julian Assange melalui situs WikiLeaks pada tahun 2006-2010 serta menguraikan alasannya. Melalui paradigma dekonstruksi dan perspektif pascastruktural, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan semiotika sebagai pendekatannya. Berdasarkan pendekatannya, maka data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kritik terhadap manipulasi informasi dapat ditelusuri lewat film, seperti yang terdapat dalam film “The Fifth Estate” karya Bill Condon. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa kritik terhadap manipulasi informasi dalam film “The Fifth Estate” karya Bill Condon merepresentasikan perjuangan transparansi media oleh Julian Assange melalui situs WikiLeaks pada tahun 2006-2010. Melalui adegan pilihan yang menjadi sasaran dalam penelitian tersebut, kritik-kritik terhadap manipulasi informasi mengarah pada hak-hak kebebasan berekspresi, hak-hak sipil untuk pemerintah yang transparan di setiap negara, dan kewajiban pers yang merujuk pada kode etik jurnalisme untuk mempublikasikan suatu kebenaran, apa adanya tanpa manipulasi. Kritik-kritik tersebut merepresentasikan perjuangan politik berupa transparansi media oleh Julian Assange demi menolak manipulasi informasi melalui situs WikiLeaks.

KeywordsFilm, manipulasi informasi, Perjuangan, representasi, situs, transparansi media
Citation Key2997
You are here