Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Konservasi Kawasan Hutyan Lindung Berbasis Masyarakat Dalam Pengembangan Sumber Daya Panas Bumi di Wilayah Kerja Pertambangan Baturraden Kabupaten Banyumas

TitleKonservasi Kawasan Hutyan Lindung Berbasis Masyarakat Dalam Pengembangan Sumber Daya Panas Bumi di Wilayah Kerja Pertambangan Baturraden Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsGUMILANG
Call NumberPOL.329
Other NumbersF1D007040
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2014
Date Published09/2014
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dan memahami upaya konservasi kawasan hutan lindung berbasis masyarakat dalam pengembangan sumber daya panas bumi di WKP Baturraden Kabupaten Banyumas; 2) mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat upaya konservasi kawasan hutan lindung berbasis masyarakat dalam pengembangan sumber daya panas bumi di WKP Baturraden Kabupaten Banyumas; 3) mengetahui dan mendeskripsikan
aktor-aktor yang berkepentingan pada konservasi kawasan hutan lindung berbasis masyarakat dalam pengembangan sumber daya panas bumi di WKP Baturraden Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi kasus sebagai pendekatannya.
Hasil penelitian ini mengungkapkan kenyataan bahwa upaya konservasi
kawasan hutan lindung berbasis masyarakat dalam pengembangan sumber daya panas bumi WKP Baturraden di Kabupaten Banyumas didasarkan pada upaya untuk pemanfaatan dan pelestarian sumber daya air yang menjadi kekhawatiran masyarakat. Aktor yang terlibat dalam upaya tersebut adalah: 1) tokoh dan masyarakat desa yang terkait; 2) Pemerintah Desa; 3); Bidang Kehutanan Dinpertanbunhut Kabupaten Banyumas; 4) Forum Rembug Masyarakat Pariwisata Baturraden dan LMDH; 5) BLH Kabupaten Banyumas; 6) PT SAE. Dalam pelaksanaannya, faktor pendukung upaya tersebut adalah peran dari Pemerintah Desa dan lembaga desa sebagai fasilitator, serta dukungan dari
pemerintah kabupaten dikarenakan memiliki kepentingan dan tujuan yang sama.
Sedangakan, faktor penghambat terimplementasikannya konservasi berbasis
masyarakat adalah karena: 1) rendahnya sumber daya manusia; 2) kurangnya
dukungan permodalan; 3) terhambat sekat pengelolaan kawasan hutan lindung
yang berada di Perhutani KPH Banyumas Timur.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konservasi
kawasan hutan lindung berbasis masyarakat dalam pengembangan sumber daya panas bumi sudah melalui beberapa tahap kegiatan, yaitu perencanaan,
pengorganisasian, dan pelaksanaan. Dari sisi regulasi, konservasi berbasis
masyarakat yang dilakukan kurang direspon oleh Pemerintah Kabupaten
Banyumas, sehingga masih lemah pada tataran teknis dan tataran perencanaan. Di Kabupaten Banyumas, upaya konservasi kawasan hutan lindung berbasis masyarakat dalam pengembangan sumber daya panas bumi dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat desa sendiri, sedangkan Pemerintah Desa dan LMDH Kemutug Lor berperan sebagai fasilitator. Adapun pada aspek konservasi berbasis masyarakat menunjukkan upaya pada aspek, yaitu keadilan, pemberdayaan, resolusi konflik, pengetahuan dan kesadaran, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan berkelanjutan.

Keywordshutan lindung, konservasi berbasis masyarakat, pengembangan panas bumi
Type of WorkUndergraduate Thesis
Citation Key1833
You are here