Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Interaksi Sosial dan Gaya hidup Mahasiswa Pendatang di Asrama Transmigran Universitas Jendral Soedirman

TitleInteraksi Sosial dan Gaya hidup Mahasiswa Pendatang di Asrama Transmigran Universitas Jendral Soedirman
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSari, Gita Kemala
Call NumberSOS.1038
Other NumbersF1A014076
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2019
Date Published05/2019
Abstract

Purwokerto merupakan kota yang terletak di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Indonesia. Di kenal dengan kota pendidikan, karena banyaknya perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Biaya hidup yang tergolong masih murah dan aksesnya yang mudah di jangkau dari berbagai daerah membuat mahasiswa pendatang dari berbagai daerah di Indonesia memilih kota Purwokerto menjadi salah satu kota tujuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satunya adalah mahasiswa pendatang di asrama transmigran Universitas Jenderal Soedirman yang tergabung ke dalam Paguyuban Mahasiswa Anak Transmigran (PMAT). Banyaknya mahasiswa pendatang di PMAT yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, membuat adanya perbedaan dari segala aspek seperti kebudayaan, perilaku masyarakatnya dan bahasa, menjadikan interaksi yang terjalin membentuk sebuah proses baik yang positif (assosiatif), negative (disosiatif). Serta terjalinnya interaksi sesama mahasiswa di asrama dengan berbagai karakter bisa merubah cara pandang mahasiswa di asrama mengenai gaya hidup dari daerah asal dan menyesuaikan di kota pendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk interaksi yang terjalin di antara mahasiswa asrama transmigran dan untuk mengetahui bagaimana gaya hidup mahasiswa pendatang penghuni asrama transmigran di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa di asrama transmigran dari daerah NTT dan Kalimantan angkatan 2015 dan 2016. Data penelitian diperoleh secara observasi langsung, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi dalam penelitian ini menggunakan teknik membercheck.
Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi sosial yang terjalin mengarah pada bentuk assosiatif (positif) dan disosiatif (negative). Dari segi positif meliputi kerja sama yang membuat mahasiswa di asrama memiliki perasaan satu atap di tanah rantau yaitu membentuk kekeluargaan yang solid serta kebersamaan yang menimbulkan rasa kepedulian dan empati lebih tinggi terhadap sesama mahasiswa di asrama transmigran. Bentuk kerja sama ini meliputi 1. Saling membantu : Dalam segala hal ketika proses penyesuaian dari segi bahasa, perbedaan kultur dan perilaku satu sama lain saling membantu jika ada yang membutuhkan. 2. Saling berbagi : Rasa kepedulian membuat satu sama lain lebih care terhadap sesama mahasiswa di asrama, berbagi dalam susah senang di lalui bersama-sama, untuk satu tujuan mereka menamatkan pendidikan. Bentuk yang negative sejauh ini tidak menimbulkan pertentangan atau pertikaian, hanya saja timbul kesalahpahaman karena perbedaan daerah yang terkenal dengan watak yang keras ketika berbicara atau berperilaku. Selain itu media interaksi yang terjalin juga mengarah pada Kegiatan Keagamaan, Kegiatan Oalahraga dan Kebudayaan. Interaksi dengan orang-orang yang memiliki pengaruh negative atau positif akan membawa adanya perubahan dari segi gaya hidup. Seperti mahasiswa yang berasal dari NTT dan Kalimantan, dari segi penampilan dan hiburan rata-rata mengalami perubahan dari awal kedatangan. Mereka menjadi lebih memperhatikan penampilan, baik mahasiswa perempuan dan laki-laki. dari segi berpakaian, merias diri. Serta dalam memenuhi waktu senggang biasanya mencari hiburan, pergi ke tempat wisata untuk Explore daerah-daerah di sekitar bahkan sampai ke luar jawa.

Kata Kunci : Interaksi Sosial, Gaya hidup, Mahasiswa Pendatang PMAT

SUMMARY
Purwokerto is a city located in Banyumas Regency Central Java Indonesia. The city is well known as city of education because there are several universities whether it is public or private university. Cheap living cost and easy access that is easily reached from various regions makes newcomer student from various regions in Indonesia choose Purwokerto as a city to continue their education in college. One of them is student living in Transmigrant Dormitory of Jenderal Soedirman University who join a community called Paguyuban Mahasiswa Anak Transmigran (PMAT). A lot of newcomer student of PMAT come from various regions in Indonesia creates differences from many aspects such as culture, society’s behaviour and language, makes the interaction form a process whether it is positive(assosiative) or negative (disosiative). The interaction among students in dormitory with various characteristics can change student’s point of view about lifestyle from the place of origin and how adapt in immigrant city. This research is aimed to know how the interaction of students living in transmigrant dormitory and to know how student’s lifestyle who live in transmigrant dormitory in Jenderal Soedirman University. This research is qualitative descriptive research. Subject of this research is student in transmigrant dormitory from NTT and Kalimantan batch 2015 and 2016. Data of research was obtained by direct observation, in-depth interview, and documentation. Data analysis done with 4 stages which are collecting data, reducting data, serving data, and making conclusion. Validation of this reseach uses member check technique.
Research result shows that the social interaction tend to be associative(positive) and dissociative (negative). In a positive way, it includes cooperation that makes students in the dormitory have a one-roof feeling on the land of migration, which is forming a solid family and togetherness that raises a sense of caring and empathy for fellow students in the transmigrant dormitory. The cooperation includes 1. Helping each
other: in all aspects such as in the process of language adaptation, different culture and behaviour, helping each other when there is someone who needs help. 2. Sharing to each other : caring feeling makes each individual more care to each other, sharing in any kind of situation, for one purpose to finish their education. The negative way(disasosiative) does not creates clashes or fights, but it just creates misunderstanding because the different region which is well known by subborn characteristic when they behave or speak. Besides, interaction media that is exist tend to be in the form of religious acitivity and cultural and sport activity. Interaction with people who have negative or positive influence will bring transformation of lifestyle. For example, students from NTT and Kalimantan tend to change their appearance and entertainment preference started from early arrival. They tend to think about their appearance whether it is female or male students from the clothes or make up preferences. Also in spending their time, they tend to look for
entertainment such as going to tourist destination to explore regions around or outside Java.

Keyword: Social Interaction, Lifestyle, Newcomer Student of PMAT

KeywordsGaya Hidup, Interaksi Sosial, Mahasiswa Pendatang PMAT
Citation Key3607
You are here