Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

FIGUR RAHUVANA DALAM NOVEL RAHUVANA TATTWA KARYA AGUS SUNYOTO

TitleFIGUR RAHUVANA DALAM NOVEL RAHUVANA TATTWA KARYA AGUS SUNYOTO
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsMUGIANTO
Call NumberSOS.635
Other NumbersF1A008053
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2014
Date Published06/2014
Abstract

Penelitian yang berjudul “Figur Rahuvana dalam Novel Rahuvana Tattwa Karya Agus Sunyoto” ini merupakan telaah secara struktural teks Ramayana versi Agus Sunyoto yang berjudul Rahuvana Tattwa (Kisah Sejati Rahuvana). Tujuan penelitian adalah menganalisis korelasi struktur Rahuvana Tattwa dan sosial-budaya India, serta; menganalisis interpretasi Agus Sunyoto tentang figur Rahuvana. Landasan teori yang digunakan adalah strukturalisme Levi-Strauss, yang mana struktur suatu mitos diasumsikan memiliki relasi ‗dimungkinkan‘ dengan fakta sosial dan budaya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan struktural-hermeneutik. Sasaran penelitian meliputi sembilan episode Rahuvana Tattwa dengan unit analisis miteme yang terdiri dari pengalaman tokoh, sifat tokoh, latar belakang tokoh, hubungan sosial tokoh, status sosial tokoh, geografis dan waktu kejadian. Teknik analisis dimulai dari tahap pembacaan, mencari miteme, penyusunan sintagmatis-paradigmatis, data, penafsiran dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa relasi struktur Rahuvana Tattwa dengan kondisi sosial-budaya India Kuno dan tafsir Agus Sunyoto tentang figur Rahuvana merupakan gugatannya pada konsep Rahuvana versi Valmiki yang selama ini dipercayai masyarakat. Pertama, mitologi Brahma dan Indra mengandung relasi konflik antara dewa bangsa Arya dan dewa bangsa asli India. Fakta dari itu, pada 1.500 SM bangsa asli India terusir dari peradaban lembah Sungai Indus, bermigrasi ke India selatan, ketika bangsa Arya mengukuhkan kekuasaan di India utara. Kedua, perlawanan ratu-ratu keturunan Daksha adalah gejolak di Zaman Vedisme ketika kekuasaan bangsa Arya melegitimasi dan mengklaim ajaran Veda, menerapkan formalisasi Veda, dan merombak tradisi bangsa asli India. Ketiga, genealogi Rahuvana dan keluarga Alengka terkait erat dengan kebudayaan masyarakat Tamil, Dravida, dan suku bangsa di India selatan dan Sri Lanka yang sebagian besar pemuja Śivaisme, berpola kekerabatan matrilokal dan memuliakan Dewi Ibu (Mother Goddess). Keempat, Śivaisme ternyata ajaran tertua di India jauh sebelum kedatangan bangsa Arya. Di samping itu, filologi Śiva berasal dari bahasa Tamil yang mayoritas dipakai sebagai bahasa suku bangsa di India selatan dan merupakan bahasa tertua. Kelima, perang Rama, pengkhianatan Bhibhisana, dan penculikan Sita bukan disebabkan percintaan Rahuvana, tetapi rangkaian dinamika strategi politik dalam usaha mempertahankan dan merebut kekuasaan raja-raja India Kuno. Keenam, figur Rahuvana yang ditafsirkan Agus Sunyoto adalah figur pahlawan, pelindung, ahli Veda, pantang menyerah, bijaksana, dan pembela keadilan. Ketujuh, sejak kedatangan Arya, lahir sistem kasta dan patriarkhis. Relevansi penelitian ini dengan Indonesia kekinian adalah memberikan pelajaran, alat baca dan analisis memahami masalah seperti dominasi imperialisme asing terhadap politik, ekonomi dan budaya pribumi; pengusiran suku adat dan petani dari tanahnya; ‗perbudakan‘ buruh dengan upah murah dan aniaya BMI oleh bangsa asing; kondisi rakyat yang terpecah belah akibat konflik SARA.

KeywordsIndia Kuno, konflik, Pahlawan, Rahuvana, Śivaisme
Citation Key1693
You are here

Arsip