Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Fenomena Munculnya Perempuan Pengemis Jalanan pada bulan Ramadhan di Purwokerto

TitleFenomena Munculnya Perempuan Pengemis Jalanan pada bulan Ramadhan di Purwokerto
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsW, Wisnu Panji
Call NumberF1A009057
Other NumbersSOS.600
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2013
Date Published12/2013
Abstract

Penelitian ini mengambil judul yaitu “Fenomena Munculnya Perempuan
Pengemis Jalanan Pada Bulan Ramadhan di Purwokerto” . Khususnya masyarakat
Indonesia sudah tidak asing lagi mendengar kata pengemis. Pengemis sekarang sudah
menjadi profesi, karena masyarakat menggangap mudah untuk mencari uang dengan
cara meminta -minta, padahal mereka fisiknya masih sehat untuk bekerja lebih baik
lagi. Mentalnya pun s udah tidak ada rasa malu lagi. Pengemis musiman ini sebetulnya
alasan faktor utama bukan faktor ekonomi, melainkan mereka mengemis untuk
tambahan lebaran nanti, antara lain mebeli baju baru, handphone, sandal, dan lain
sebagainya. Setelah habis mengemis pa da bulan ramadhan mereka bekerja lagi di
ladang, sawah, dan ada juga yang menjadi pembantu rum ah tangga.
Sasaran utama dalam penelitian ini adalah perempuan pengemis jalanan yang
mengemis khususnya pada bulan Ramadhan dan Syawal di Kota Purwokerto,
Kabupaten Banyumas, Jateng. Sasaran pendukung adalah Pegawai Dinas Sosial,
Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas, tukang becak, keluarga
pengemis, tetangga pengemis, dan Satpol PP khususnya di Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilakukan di wilayah Kota Purwokerto, menggunakan teknik purposive
sampling peneliti akan memilih informan yang dianggap mengetahui permasalahan
secara mendalam dan teknik yang menentukan sampel melalui pertimbangan tertentu
yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal. Metode pengumpulan data
yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pengemis perempuan untuk
mengemis pada bulan Ramadhan dan Syawal, dan mengetahui gambaran tentang
karakteristik sosial ekonomi juga mekanisme per caloan pengemis di Purwokerto.
Hasil penelitian bahwa motivasi pengemis musiman bertujuan untuk menambah
pendapatan dan membatu beban suami untuk keperluan menjelang lebaran. Akan
tetapi pengemis-pengemis ini awal mulanya tertarik menjadi pengemis dari tetangga
rumah, teman, dan orang t ua. Percaloan pengemis musiman, terjadinya interaksi sosial
yang menjadi calo yaitu orang-orang terdekatnya sepert i teman, suami, dan orang tua.
Memilih menjadi pengemis musiman tidak hanya karena keterbatasan ekonomi
maupun keterbatasan kemampuan dan sebagainya, tetapi ada hal yang lebih mendasar
yang melatar belakangi memilih menjadi seorang pengemis. Seperti yang dikatakan
salah satu informan mengemis itu halal dibandingkan mencuri, merampok, dan lain
sebagainya.
Kesimpulan dan saran, latar elakang menjadi mengemis bukan hanya
disebabkan oleh keterbatasan ekonomi, akan tetapi juga timbulnya tuntutan ekonomi
yang tidak pernah berhenti (keinginan hidup berkecukupan) dimana pada menjelang
bulan Ramadhan tututan ekonomi sungguh banyak antara lain, untuk memelikan baju,
celana untuk anak. tidak hanya terpenuhinya kebutuhan pokok, namun juga kebutuhan
tersier maupun sekunder. Selain itu juga karena keterbatasan keahlian, semakin
meningkatnya tuntutan ekonomi yang tidak disertai oleh keahlian terdidik melatar
belakangi mereka memilih menjadi pengemis jalan satu-satunya. Dorongan dari
interaksi sosialnya serta adanya anggapan pekerkerjaan mengemis itu halal menurut para pelakunya

Keywordsdan karakter sosial ekonomi pengemis, motivasi mengemis, pengemis musiman, percaloan, Perempuan pengemis
Citation Key1433
You are here