Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Demam Korean Wave (K-WAVE) DI Kalangan Remaja

TitleDemam Korean Wave (K-WAVE) DI Kalangan Remaja
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsU, Khairunnisa Galih
Call NumberF1A008005
Other NumbersSOS.595
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2013
Date Published12/2013
Abstract

Penelitian ini berjudul Demam Korean Wave (K-Wave) di Kalangan Remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi remaja Purwokerto terhadap budaya Korea beserta bentuk dan dampak dari budaya populer tersebut. Bagi remaja pecinta K-pop ataupun remaja lain yang ikut terkena demam Korean Wave, memungkinkan mereka dapat terbawa arus globalisasi dalam keseharian mereka.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik penentuan pusposive sampling dalam menentukan informan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi. Metode analisis pada penelitian ini Analisis Interaktif. Informan utama adalah anggota komunitas-komunitas Korea yang ada di Purwokerto, yaitu Purwokerto Official K-pop Community (POKC), Ever Lasting Friend (ELF) Purwokerto, dan Very Important Person (VIP), maupun remaja pecinta K-wave yang bukan anggota komunitas sedangkan informan pendukung adalah remaja Purwokerto baik yang mempunyai perhatian terhadap K-Wave maupun remaja pada umumnya, Budayawan/Akademisi/Tokoh Masyarakat, Dinas Pemuda Olahraga dan Budaya Pariwisata (DINPORABUDPAR) Banyumas. Lokasi penelitian ini adalah di kota Purwokerto
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa semakin berkembangnya Korean Wave, semakin bermunculannya komunitas-komunitas Korea. Kuatnya karakter dan identitas para artis Korea mampu membuat mereka menjadi trendsetter baru dalam dunia musik, seni akting, fashion dan gaya hidup. Akibatnya terjadi proses pengimitasian identitas diri pada remaja. Anggota komunitas penyuka budaya Korea dalam mengaplikasikan budaya Korea dengan cara mengimitasi budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari seperti penampilan (gaya rambut, gaya pakaian dan make-up), penggunaan bahasa Korea, dan penggunaan produk Korea. Korean Wave tersebut mempunyai sisi positif yaitu rasa ingin tahu remaja untuk belajar bahasa asing. Jika dilihat dari dampak negatif, budaya Korea ini mengajarkan pola hidup hedonisme dan bisa mengaburkan budaya lokal.
Adanya demam Korean Wave di Purwokerto juga berpengaruh positif terhadap lingkungan sekitar. Modernisasi yang terjadi di Purwokerto akibat dari Korean Wave salah satunya yaitu pembangunan yang terus berkembang dapat merubah perekonomian kota Purwokerto dan mencapai tatanan kehidupan masyarakat yang maju.Demam Korean Wave membantu peluang usaha yang berhubungan dengan Korea. Dampak negatif akibat perilaku konsumtif remaja berimbas pada keluarga. Bagi orang tua dari remaja pecinta Korea tentu perlu menambah anggaran uang saku anak-anaknya untuk memenuhi kesukaannya tersebut. Sehingga dapat menimbul gaya hidup pemborosan, selain itu juga muncul kekhawatiran orang tua tentang konsentrasi belajar meraka. Bagi remaja penyuka viii
budaya popular Korea perlu memilah mana yang cocok dan mana yang tidak untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam mengadopsi budaya karena pengaruh negatif dari pihak asing bisa datang dari mana saja. Selain peran orang tua, tentu saja diperlukan peran pemetintah dalam pentransferan budaya lokal agar tidak tergeser oleh masuknya budaya asing. Masuknya produk-produk hiburan asing tidak dapat dicegah namun dapat di filter

KeywordsDemam Korean Wave ix, Korea, Remaja
Citation Key1428
You are here