Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

“RONGGENG SEBAGAI OBJEK SEKSUAL LAKI-LAKI” (Studi terhadap Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari )

Title“RONGGENG SEBAGAI OBJEK SEKSUAL LAKI-LAKI” (Studi terhadap Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari )
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsHASTUTI, OKTI TRI
Call NumberSOS.585
Other NumbersF1A009037
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2013
Date Published09/2013
Abstract

Perbedaan gender telah melahirkan ketidakadilan gender baik bagi kaum laki-laki dan terutama bagi kaum perempuan. Masyarakat Jawa pada khususnya yang kental dengan budaya patriarki lebih memicu terjadinya ketidakadilan gender. Salah satu kasus ketidakadilan gender yaitu menempatkan posisi perempuan sebagai objek seksual laki-laki. Fenomena tersebut diangkat dalam sebuah karya sastra novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan ronggeng sebagai objek seksual laki-laki, terutama yang terkait dengan proses menjadi ronggeng, kehidupan ronggeng, serta kaitan antara nilai sosial budaya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan kehidupan zaman sekarang. Teori yang digunakan adalah teori feminisme radikal yang menekankan perhatian pada permasalahan reproduksi dan seksualitas kaum perempuan.
Penelitian ini bersifat kualitatif dan dianalisis menggunakan metode hermeneutik. Tahap penelitian ini yaitu, pengumpulan data yang diperoleh dari hasil membaca dan wawancara beberapa narasumber, pengoperasian hermeneutik, dan penyususnan laporan. Metode analisis data yang digunakan yaitu model hermeneutika Hans-George Gaddamer.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam proses perempuan menjadi ronggeng terdapat kekerasan seksual pada saat prosesi bukak klambu. Kehidupan penari ronggeng identik sebagai objek seksual laki-laki dengan menjadi wanita penghibur, adanya praktek prostitusi, serta mengalami kekerasan seksual. Kaitan antara nilai-nilai sosial dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan kehidupan perempuan zaman sekarang yaitu, mencitrakan perempuan Jawa yang lemah lembut, anggun dan tutur bahasanya yang halus, identik sebagai konco wingking, dan pentingnya makna keperawanan. Selain itu, nilai keerotisan ronggeng telah mengalami pergeseran menjadi lebih sopan dan hanya sekedar sebagai hiburan.

Keywordsbudaya patriarkhi., gender, ronggeng
Citation Key1302
You are here