Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Upaya Beresiko yang Dilakukan oleh Perempuan dalam Mempertaruhkan Diri Demi Kepentingan Laki-Laki pada Film “Pertaruhan” Tahun 2008

JudulUpaya Beresiko yang Dilakukan oleh Perempuan dalam Mempertaruhkan Diri Demi Kepentingan Laki-Laki pada Film “Pertaruhan” Tahun 2008
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsPutri, Agnes Apresia
Call NumberSOS.1000
Other NumbersF1A014035
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published09/2018
Abstract

Film “Pertaruhan” 2008 merupakan film dokumenter karya para pegiat film sekaligus aktivis perempuan. Didalam film ini terdapat empat kisah perempuan yang masing-masing memiliki cerita yang berbeda. Film pertama berjudul “Mengusahakan Cinta” mengisahkan dua orang perempuan buruh migran yang bekerja di Hongkong. Kedua perempuan tersebut sama-sama berjuang demi kisah cintanya. Film kedua berjudul “Untuk Apa” yaitu menceritakan tentang tradisi sunat perempuan yang masih dilakukan di Indonesia. Film ketiga berjudul “Nona atau Nyonya” film ini bercerita tentang prosedur papsmear yang mempersulit perempuan untuk mendapatkan akses kesehatan. Film keempat berjudul “Ragate Anak” bercerita tentang dua orang perempuan single parent yang mempunyai dua profesi, yaitu sebagai buruh pemecah batu sekaligus pekerja seks komersial. Penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah observasi. Dalam penelitian ini, diperoleh melalui teknik pustaka, simak dan catat. Sementara itu teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotik Charles S Pierce. Hasil penelitian dalam film “Pertaruhan” 2008 ditemukan bentuk-bentuk ketidakadilan perempuan sekaligus perlawanan perempuan. Bentuk ketidakadilan yang dialami oleh perempuan-perempuan didalam film tersebut yaitu berupa tindak kekerasan, subordinasi, pelabelan negatif dan doubleburden. Selain itu, di dalam film “Pertaruhan” 2008 terdapat bentuk perlawanan yang dilakukan para perempuan tersebut. Perlawanan yang dilakukan berupa keberanian berpendapat, kemauan untuk belajar, dan berani mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Namun tidak semua bentuk perlawanan yang dilakukan dalam bentuk frontal. Ada sebagian perempuan yang memilih untuk melakukan perlawanan dengan cara tetap menjalani ketidakadilan tersebut. bentuk perlawanan tersebut bisa disebut sebagai perlawanan dalam diam. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlunya kerjasama antara pemerintah, aktivis perempuan dan masyarakat untuk memberikan edukasi dan perlindungan kepada perempuan. Harapannya agar kebijakan pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan bisa terwujud karena didukung dari berbagai pihak.

KeywordsFilm gender, ketidakadilan perempuan, perlawanan perempuan.
Citation Key3533
You are here