Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Tujuh Hari Bersama Wak Jundrig (Kisah Hidup Perjuangan Wanita Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati)

JudulTujuh Hari Bersama Wak Jundrig (Kisah Hidup Perjuangan Wanita Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsKhoiriyah, Siti
Call NumberSOS.808
Other NumbersF1A012027
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published09/2016
Abstract

HIV/AIDS sampai saat ini masih menjadi momok yang ditakuti di kalangan masyarakat. Bagaimana tidak? Belum ditemukannya obat yang benarbenar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS ini membuat masyarakat seolaholah menjadi takut dan mendiskriminasi para penderita HIV/AIDS. Selain itu, faktor penularan HIV/AIDS yang diidentikkan dengan perilaku menyimpang membuat para ODHA (Orang HIV/AIDS) selalu mendapatkan stigma yang buruk dari masyarakat. Para ODHA selalu dikaitkan dan dihubungkan dengan perilaku menyimpang mereka seperti melakukan seks bebas dan suntik narkoba.
Penyebaran HIV/AIDS kini terbesar adalah melalui heteroseksual sehingga tidak menutup kemungkinan HIV/AIDS juga dapat menyerang kaum perempuan.
Perempuan ini kebanyakan mereka adalah sebagai korban dari ulah pasangan atau suami mereka yang sering bergonta-ganti pasangan seksualnya. Terlebih dalm lingkup rumah tangga, kedudukan perempuan sering dikesampingkan sehingga tidak heran jika virus HIV/AIDS juga menular pada ibu-ibu rumah tangga.
Penelitian ini berjudul “Tujuh Hari Bersama Wak Jundrig (Kisah Hidup Perjuangan Wanita Penderita HIV/AIDS)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perjuangan hidup Wak Jundrig dalam menghadapi penyakit HIV/AIDS yang dideritanya. Wak Jundrig merupakan sasaran utama dalam penelitian ini. Peneliti memilih Wak Jundrig sebagai sasaran penelitian melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi biografis atau life story. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pati.
Hasil dari penelitian ini adalah dapat diketahui bahwa Wak Jundrig merupakan seorang perempuan yang tegar dalam menjalankan hidupnya.
Pengalaman hidupnya dimulai ketika dia menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasarnya dan harus membanting tulang melakukan pekerjaan di sektor informal.
Wak Jundrig mulai berjumpa dengan penyakit HIV/AIDS akibat tertular dari suami pertamanya yang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual. Kematian suami pertamanya membuat Wak Jundrig harus mewarisi penyakit HIV/AIDS dan juga harus menanggung kebutuhan hidup kedua anaknya. Hidup dengan HIV/AIDS tidak lantas membuat Wak Jundrig putus asa dalam hidupnya. Wak Jundrig mencoba untuk bangkit kembali dan mencoba membuka status ODHA nya pada masyarakat luas. Keputusannya untuk berani berumah tangga kembali dengan seorang yang tanpa HIV/AIDS dilaluinya dengan proses yang tidak mudah. Selain Wak Jundrig memutuskan untuk berani berumah tangga kembali di tengah status ODHA nya, Wak Jundrig juga memutuskan untuk bergabung dengan LSM peduli ODHA di Kabupaten Pati yang bernama KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) Rumah Matahari. Peran Wak Jundrig di KDS Rumah
Matahari adalah sebagai seorang motivator yang tugasnya mendampingi ODHAODHA
lain di Kabupaten Pati dan memberikan sosialisai-sosialisasi kepada
masyarakat Kabupaten Pati mengenai penyakit HIV/AIDS dan penularannya.

KeywordsHIV
Citation Key2841
You are here