Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Tradisi Ujungan di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara (Studi Deskriptif Tentang Tradisi Ujungan)

JudulTradisi Ujungan di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara (Studi Deskriptif Tentang Tradisi Ujungan)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsWidodo, Purwo
Call NumberKOM.651
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date PublishedMaret 2015
Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui eksistensi
tradisi ujungan, dan untuk mengetahui pelaku dalam memaknai tradisi
ujungan di Desa Gumelem Wetan terhadap perubahan fungsi tradisi ujungan
pada saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu primer
dan sekunder. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive
sampling (sampling bertujuan), pengumpulan data menggunakan teknik
wawancara semistruktur, observasi dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan menggunakan analisis interaktif sedangkan teknik yang
disimpulkan guna mendapatkan validitas data yaitu menggunakan triangulasi
data, dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari sumber yang
berbeda-beda dan membandingkan data yang diperoleh melalui teknik
pengumpulan data yang berbeda-beda. Berdasarkan data yang diperoleh
selama penelitian berlangsung, didapatkan beberapa kesimpulan. Pertama,
Tradisi ujungan merupakan suatu tradisi yang berkembang dan sudah ada
sejak dulu di wilayah Susukan, tepatnya di Desa Gumelem Wetan dan masih
dijaga eksistesinya hingga kini yakni dengan adanya perubahan, seperti
berkaitan dengan aturan pemukulan, hari pelaksanaan, tempat atau lokasi
pelaksanaan ritual tradisi ujungan, dan dari penontonnya sendiri. Ini
menunjukkan bahwa ujungan mengalami perubahan pada bentuk tradisi
yang menyesuaikan perubahan jaman sehingga tetap bisa mentradisi
sekaligus bisa menjadi media hiburan. Kedua tradisi ujungan memiliki makna
yang diwariskan secara turun temurun. Makna yang muncul bukan hanya
makna atas ritual tetapi juga atas ube rampe yang digunakan dalam ritual.
Setiap ube rampe dan sesaji mengandung makna masing-masing yang
sudah diyakini dari dahulu hingga sekarang. Selain itu, rasa kebanggan yang
dimiliki oleh anggota Paguyuban Seni Tradisional Ujungan Giring Budoyo
sebagai pelestari ujungan yang masih ada sampai sekarang merupakan
suatu bentuk kecintaan mereka terhadap warisan leluhur.

KeywordsTradisi Ujungan
Citation Key2151
You are here