Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Tata Kelola Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (Studi Komparatif di Desa Karanggude Kulon dan Desa Karang Kemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas.

JudulTata Kelola Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (Studi Komparatif di Desa Karanggude Kulon dan Desa Karang Kemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas.
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsPrafitri, Nikki
Call NumberANE.PAR.002.
Other NumbersF1B111001
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published12/2015
Abstract

Penelitian ini berjudul Tata Kelola Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (Studi komparatif di Desa Karanggude Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas). Terdapat tiga stakeholder dalam program PUAP, yakni pihak pemerintah, pihak LKM-A sebagai pihak lembaga dan pihak Gapoktan sebagai pihak masyarakat. Judul tersebut dilatarbelakangi oleh keberhasilan program PUAP di Desa Karanggude Kulon dan kurang
berkembangnya program PUAP di Desa Karang Kemiri. Perbedaan keberhasilan dalam pengelolaan program PUAP tersebut dipicu oleh adanya perbedaan tata kelola program yang di dalamnya memuat interaksi dan peran antar stakeholder terkait Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran masingmasing pihak yang terlibat, yakni pihak pemerintah, lembaga dan masyarakat serta untuk mengetahui perbandingan tata kelola program PUAP di Desa Karanggude Kulon dan Desa Karang Kemiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dan untuk teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tata kelola program PUAP di Desa Karanggude Kulon dan Desa Karang Kemiri berdasarkan interaksi antar stakeholder yang terkait. Tata kelola program PUAP di Desa Karanggude Kulon lebih didominasi oleh peran LKM-A, sedangkan di Desa Karang Kemiri didominasi oleh peran Gapoktan sebagai pihak masyarakat.
Perbedaan terjadi karena adanya tata kelola dengan transaksi kewenangan pengelolaan BLM PUAP dari Gapoktan kepada LKM-A di Desa Karanggude Kulon, karena adanya keterbatasan kemauan dan kemampuan dari Gapoktan. Adanya transaksi kewenangan tersebut diikuti dengan adanya proses deliberative yang melibatkan seluruh pihak Gapoktan, sehingga berpengaruh terhadap keberhasilan program PUAP di Desa Karanggude Kulon. Terdapat tata kelola dengan keterlibatan penuh masyarakat, yakni pengurus Gapoktan dalam tata
kelola program PUAP di Desa Karang Kemiri. Keterlibatan masyarakat tersebut dikarenakan adanya kemauan dan kemampuan untuk ikut campur dalam pengelolaan BLM PUAP oleh LKM-A. Namun, keterlibatan masyarakat tersebut tidak diikuti dengan adanya proses deliberatif yang melibatkan seluruh pihak Gapoktan termasuk anggota tani. Hal tersebut berpengaruh terhadap kurang berkembanganya program PUAP di Desa Karang Kemiri.

Kata kunci : Tata Kelola, Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan,
Gabungan Kelompok Tani

SUMMARY
The title of research is “Governance of Rural Agribusiness Development Program (Comparative study in Karanggude Kulon Village and Karang Kemiri Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency). There are three stakeholder in PUAP program, that consist of government, LKM-A as a institution and Gapoktan as community. Background of this research is on the successfull of PUAP program in Karanggude Kulon Village and less develop of PUAP program in Karang Kemiri Village. The difference in successful of management PUAP program is caused there are differences governance of program in which includes interactions and roles among stakeholders. The purpose of this study is for knowing the role of each stakeholder, that consist of government, institutions and community and to know comparation the governance of PUAP program in Karanggude Kulon Village and Karang Kemiri Village. The research method use qualitative descriptive, and purposive sampling as the technique for selection of informant. The data was collected through in depth interview, observation and documentation. To ensure the validity of data use triangulation techniques. Then, method analysis data use interactive analysis data model.
The result of this research show that there are differences between governance of PUAP program in Karanggude Kulon Village and Karang Kemiri Village based in each interaction among stakeholder. Governance of PUAP program in Karanggude Kulon Village is more dominated by role of LKM-A,whereas in Karang Kemiri Village dominated by role of Gapoktan as community.The differences occurred caused there are governance by transaction of management BLM PUAP to LKM-A from Gapoktan in Karanggude Kulon Village, because of the limitation willingness and capable of Gapoktan. Thetransaction authority followed by deliberative process which involve all parties of Gapoktan, so that influence to the successful of PUAP program in Karanggude Kulon Village. There is a full governance through community, namely Gapoktan in governance of PUAP Program in Karang Kemiri Village. Community involvement is caused by the willingness and capable to intervene in managerial
BLM PUAP by LKM-A. However, the involvement do not following by deliberative process which involve all Gapoktan parties include the members of farmer. It influence against less develop PUAP program in Karang Kemiri Village

Keyword: Governance, Rural Agribusiness Development Program, Combined of
Farmer Groups

KeywordsGabungan Kelompok Tani, Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan, Tata Kelola
Citation Key2508
You are here