Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Sektor Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Banyumas

JudulStrategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Sektor Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsCARMELITA, NATASJA
Call NumberANE.661
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2012
Date Published07/2013
Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada strategi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diKabupaten Banyumas. Strategi yang digunakan adalah strategi intensifikasi dan strategi ekstensifikasi yang akan dianalisis menggunakan Analisis SWOT.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan analisa deskriptif, yaitu melukiskan atau menggambarkan peristiwa.
Sedangkan teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling yaitu penentuan sample sumber data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2007 :
218-219). Peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalah secara mendalam. Sedangkan untuk masyarakat yang menjadi Wajib retribusi maka menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data meliputi (1) observasi langsung, (2) wawancara mendalam, (3) telaah dokumentasi. Untuk menjamin validitas data yang telah diperoleh, diuji dengan cara “triangulasi sumber” yaitu dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif dengan model analisa interaktif.
Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Banyumas telah diupayakan semaksimal mungkin oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kabupaten Banyumas. Strategi intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan dan meningkatkan pengawasan, sedangkan strategi ekstensifikasi dilakukan dengan peninjauan kembali ketentuan tarif dan studi banding. Kedua strategi tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT.
Dalam strategi intensifikasi yang dilakukan masih terdapat beberapa kendala, diantaranya yakni sosialisasi yang belum rutin dan merata, belum semua bangunan memiliki izin dan terdata di BPMPP, serta sanksi yang tidak tegas karena adanya penghapusan sanksi, sedangkan dalam strategi ekstensifikasi telah berjalan cukup baik. Dalam proses peninjauan kembali ketentuan tarif BPMPP berperan memberikan saran dan masukan bagi pengkajian peraturan daerah yang baru dan pelaksanaan studi banding berjalan dengan baik dan menjadi bekal bagi BPMPP untuk memberikan masukan bagi peninjauan kembali ketentuan tarif.

Keywordsanalisis SWOT, retribusi Izin Mendirikan Bangunan, strategi ekstensifikasi, strategi intensifikasi
Citation Key1145
You are here